Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
9 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
9 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
8 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
8 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
5
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
6 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
8 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  DPR RI

Baleg Pastikan Kerja Legislasi Rasional di Tengah Pandemi

Baleg Pastikan Kerja Legislasi Rasional di Tengah Pandemi
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI/Anggota Komisi VI Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi (kiri). (Foto: Zul/GoNews.co)
Selasa, 14 Juli 2020 14:59 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Achmad Baidowi menyatakan, parlemen tetap menjalankan sebaik mungkin fungsi legislasi meski dalam situasi pandemi.

"Kami memastikan bahwa kami bekerja hati-hati. Dan jangan lupa, DPR ini juga lembaga politik yang di dalamnya ada fraksi-fraksi yang memiliki hak dalam mengambil keputusan," kata Baidowi dalam diksusi Forum Legislasi di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Kerja legislasi DPR memang kerap menjadi sorotan, baik di awal periode maupun di akhir periode, ataupun di awal dan akhir masa sidang.

Di masa sidang kali ini, kata Baidowi, Senayan akhirnya menunda pembahasan 16 Rancangan Undang-Undang (RUU) dari 50 RUU yang masuk prolegnas tahun sidang berjalan.

Sehingga PR RUU, "jumlahnya sesuai dengan rasio kemampuan kita,".

Pandemi diakui Baidowi telah cukup berdampak pada kinerja anggota dewan, belum lagi waktu tersisa yang juga sempit, wakil rakyat harus menentukan RUU mana yang bisa dilanjutkan prosesnya (minimal penyusunan, red) sebelum prolegnas 2021 dibuat di bulan Oktober.

Penundaan ke 16 RUU tersebut dan/atau memilih memproses 34 RUU lainnya, ditegaskan Baidowi, tidak dilakukan secara serampangan, melainkan dipilih RUU mana yang memang sudah berjalan prosesnya atau yang belum dimulai prosesnya tapi memumgkinkan untuk digarap di sisa waktu yang ada.

"(Kenapa Baleg, red) bisa menyusun 50 daftar RUU Prolegnas prioritas?" kata Baidowi memantik pertanyan publik.

"Sekali lagi bahwa pengambilan keputusan itu merupakan representasi sikap fraksi-fraksi," tandas politisi PPP itu, yang sebelumnya menjelaskan bahwa fraksi-fraksi mempunyai hak mengusulkan dan memutuskan RUU mana yang masuk dalam Prolegnas.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Politik, Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww