Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Gerakan Zero Covid-19, Bupati Wihaji Wacanakan Lockdown Skala RT

Gerakan Zero Covid-19, Bupati Wihaji Wacanakan Lockdown Skala RT
Bupati Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras dan Kaadim 0736 Batang Mayor Inf, Raji menyerahkan bantuan APD (Alat Pelinsung Diri) berupa baju Hazmad, disinfektan dan masker. (Istimewa)
Rabu, 15 Juli 2020 14:17 WIB
BATANG - Kabupaten Batang sudah menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal life, namun lonjakan kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Untuk mengurangi kasus pandemi Covid-19, Bupati Batang Wihaji mencetuskan program gerakan Zero Covid-19.

"Gerakan Zero Covid-19 untuk menekan laju kasus Covid-19, maka akan kita lockdown tingkat Rukun Tangga (RT) apabila ada warga yang terkonfirmasi positif," jelas Wihaji, saat hadir di Kampung Siga Candi di Desa Gombong, Pecalungan, Rabu (15/7/2020). 

Gerakan tersebut diharapkan tidak ada lagi warga yang positif Korona, sehingga apabila ada satu orang yang terinfeksi virus harus dilokalisir dan diisolasi agar virusnya tidak terus menyebar.

"Dari 77 kasus covid-19 separuh lebih orang tanpa gejala, 23 orang dirawat, 50 orang sembuh, 3 orang meninggal dunia, dan hampir separuh lebih orang positif korona orang tanpa gejala," ungkap Wihaji.

Lebih lanjut bupati mengatakan, berdasarkan peta penyebaranya tidak ada klaster baru, dan berdasarkan tracing kasus positif merupakan turunan orang yang positif, sehingga mudah untuk melokalisir dan mengisolasi sampai dinyatakan sembuh.

"Saya harap kepada aparatur desa untuk terus mengedukasi masyarakat agar tetap patuh protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, cuci tangan dan hindari kerumunan atau physical distancing," jelas Wihaji.

Kapolres Batang AKBP Abdul Waras mengatakan, pencangan Kampung Siaga Candi sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan Polda Jeteng untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Penacangan Kampung Siga Candi diimplementasikan tiga pilar, yakni Pemkab Batang, Kodim 0736 Batang dan Polres Batang sebagai wujud satu kesatuan serta kebersamaan masyarakat dalam penangan wabah pandemi virus Corona," kata AKBP Abdul Waras.

Dijelaskan pula, new normal disalah artikan oleh sebagain masyarakat atau salah kaprah yang mengira kembali hidup normal. "Istilah new normal life diganti dengan adaptasi hidup baru dengan tetap gunakan masker, cuci tangan, physical distancing dan patuh protokol kesehatan," pungkasnya.

Dalam kesemapatan tersebut Bupati Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras dan Kaadim 0736 Batang Mayor Inf, Raji menyerahkan bantuan APD (Alat Pelinsung Diri) berupa baju Hazmad, disinfektan dan masker.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Ayobatang.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Kesehatan, Jawa Tengah

wwwwww