Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Istimewa)
Rabu, 15 Juli 2020 13:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.

Dimana dampak dari banjir bandang tersebut, mengakibatkan 4.930 warga terimbas, 15 orang meninggal dunia dan 34 orang dinyatakan hilang. "Bagi korban banjir bandang Luwu, kami atas nama pimpinan MPR menyampaikan rasa duka yang mendalam, semoga musibah ini cepat berakhir dan warga yang hilang segera ditemukan," ujar Jazilul Fawaid, Rabu (15/7/2020) di Jakarta.

Banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan terjadi pada Senin (13/7) lalu. BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, menegaskan musibah yang terjadi di Luwu Utara bukan tanpa sebab. Menurutnya, musibah tersebut adalah akibat dari ulah manusia yang tak bertanggungjawab. "Musibah ini memang ujian dari Allah, namun ini juga sekaligus peringatan bagi perusak lingkungan agar berhenti melakukan kegiatan yang merusak alam," tandasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, bencana alam yang terjadi di Indonesia, secara keseluruhan terjadi karena ulah tangan kotor para perusak alam dan lingkungan.

"Aparat yang berwenang dalam hal ini TNI/Polri, Kementerian KLHK harus tegas menertibkan dan menghukum mereka yang merusak hutan. Agar kejadian tidak terulang kembali," tegasnya.

"Perlu kesadaran dan kearifan kita semua untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Karunia kekayaan alam jangan sampai berubah menjadi bencana alam," tambahnya.

Selain itu, Gus Jazil juga berharap, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tetap fokus dan waspada dalam mengantisipasi serta menangani bencana alam, meskipun saat ini BNPB tengah mendapat tugas berat menangani Covid-19.

"Di tengah fokus menangani bencana Covid-19, kami tetap berharap BNPB tidak lengah mengantisipasi dan menangani bencana alam seperti banjir bandang yang terjadi di Luwu ini," tukasnya.

"Kami juga mengajak masyarakat umum beserta Pemda Luwu agar ikut turun tangan membantu korban banjir dan keluarganya," pungkasnya.***

wwwwww