Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Avanza Mobil 'Sejuta Umat' Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
Ekonomi
3 jam yang lalu
Avanza Mobil Sejuta Umat Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
2
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
Politik
19 jam yang lalu
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
3
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
Olahraga
20 jam yang lalu
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
4
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
5
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
Olahraga
20 jam yang lalu
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
6
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Peristiwa
18 jam yang lalu
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Istimewa)
Rabu, 15 Juli 2020 13:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.

Dimana dampak dari banjir bandang tersebut, mengakibatkan 4.930 warga terimbas, 15 orang meninggal dunia dan 34 orang dinyatakan hilang. "Bagi korban banjir bandang Luwu, kami atas nama pimpinan MPR menyampaikan rasa duka yang mendalam, semoga musibah ini cepat berakhir dan warga yang hilang segera ditemukan," ujar Jazilul Fawaid, Rabu (15/7/2020) di Jakarta.

Banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan terjadi pada Senin (13/7) lalu. BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, menegaskan musibah yang terjadi di Luwu Utara bukan tanpa sebab. Menurutnya, musibah tersebut adalah akibat dari ulah manusia yang tak bertanggungjawab. "Musibah ini memang ujian dari Allah, namun ini juga sekaligus peringatan bagi perusak lingkungan agar berhenti melakukan kegiatan yang merusak alam," tandasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, bencana alam yang terjadi di Indonesia, secara keseluruhan terjadi karena ulah tangan kotor para perusak alam dan lingkungan.

"Aparat yang berwenang dalam hal ini TNI/Polri, Kementerian KLHK harus tegas menertibkan dan menghukum mereka yang merusak hutan. Agar kejadian tidak terulang kembali," tegasnya.

"Perlu kesadaran dan kearifan kita semua untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Karunia kekayaan alam jangan sampai berubah menjadi bencana alam," tambahnya.

Selain itu, Gus Jazil juga berharap, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tetap fokus dan waspada dalam mengantisipasi serta menangani bencana alam, meskipun saat ini BNPB tengah mendapat tugas berat menangani Covid-19.

"Di tengah fokus menangani bencana Covid-19, kami tetap berharap BNPB tidak lengah mengantisipasi dan menangani bencana alam seperti banjir bandang yang terjadi di Luwu ini," tukasnya.

"Kami juga mengajak masyarakat umum beserta Pemda Luwu agar ikut turun tangan membantu korban banjir dan keluarganya," pungkasnya.***

wwwwww