Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
Peristiwa
23 jam yang lalu
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
2
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
Peristiwa
22 jam yang lalu
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
3
Lebih dari 10 Ribuan Personel Gabungan Amankan Demo Bermassa 4 Ribuan
Hukum
22 jam yang lalu
Lebih dari 10 Ribuan Personel Gabungan Amankan Demo Bermassa 4 Ribuan
4
Permintaan 'Staycation' Meningkat meski Pandemi
Ekonomi
22 jam yang lalu
Permintaan Staycation Meningkat meski Pandemi
5
Ternyata Masih Ada Tujuh Lagi Pemain Keturunan Yang Masih Diincar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ternyata Masih Ada Tujuh Lagi Pemain Keturunan Yang Masih Diincar
6
PSSI Bidik Belanda Jadi Tempat TC Timnas U 19
Sepakbola
22 jam yang lalu
PSSI Bidik Belanda Jadi Tempat TC Timnas U 19
Home  /  Berita  /  Politik

Ketua Fraksi PKB DPR: Salut Pak Kapolri Tak Tebang Pilih

Ketua Fraksi PKB DPR: Salut Pak Kapolri Tak Tebang Pilih
Jum'at, 17 Juli 2020 09:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Langkah cepat Mabes Polri melakukan penyelidikan internal mengusut surat sakti (Katebelece) untuk terpidana korupsi BLBI Djoko Tjandra mendapat apresiasi Komisi III DPR. Langkah ini akan menjaga marwah Polri sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.

"Kami menilai pencopotan Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan pembentukan tim khusus oleh Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mendalami dugaan penyalahgunaan wewenang, pemalsuan surat, termasuk menyelidiki adanya aliran dana kepada yang bersangkutan merupakan langkah tepat," ujar Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Sjamsurijal, kepada wartawan, Jumat, (17/7/2020).

Dia menjelaskan apa yang dilakukan Brigjen Prasetijo Utomo dengan menerbitkan surat jalan bagi DPO kakap seperti Djoko Tjandra bagaimanapun juga telah mencoreng institusi Polri. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir Polri terus melakukan berbagai upaya agar semakin profesional, modern, dan terpercaya (Promoter). Namun masih saja ada oknum yang melakukan tindakan dan langkah yang menciderai upaya tersebut. "Sebagai organisasi yang besar Polri memang tidak bisa menghindari adanya kesalahan, kecerobohan, dan keteledoran dari anggotanya. Namun langkah cepat yang dilakukan Kapolri dan Kabereskrim menunjukkan keseriusan dalam menegakkan disiplin organisasi," katanya.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR itu menyatakan salut kepada Kapolri dan jajarannya yang tidak sekedar mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Namun juga menindaklanjuti adanya dugaan tindak pidana oleh yang bersangkutan. "Langkah ini akan menunjukkan kepada publik bahwa seorang bintang satu pun jika ada indikasi melanggar hukum akan diusut tuntas. Ini artinya Polri tidak tebang pilih. Meskipun anggota, jika bersalah ya disidik secara pidana," katanya.

Apalagi Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit tampak serius dengan melibatkan semua jajaran direktur di Bareskrim untuk masuk menjadi anggota tim khusus mengusut tuntas kasus tersebut. Termasuk berupaya menyelidiki terbitnya surat jalan, peristiwa terhapusnya red notice, dan munculnya surat keterangan sehat bagi Djoko Tjandra. “Ini berarti aka nada penyelidikan-penyelidikan baru yang bisa saja memunculkan nama baru selain Brigjen Pol Prasetijo Utomo di seputar Djoko Tjandra. Kita dari Komisi III akan membantu mengawasi dan memberikan support penuh atas inisiatif ini,” tegasnya.

Cucun berharap kasus Brigjen Pol Prasetijo menjadi pelajaran berharga bagi semua insan Bhayangkara. Menurutnya kesalahan personal bisa berdampak luar biasa bagi organisasi. "Kami berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Korps Bhayangkara untuk secara sungguh-sungguh menjaga marwah lembaga. Jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga," pungkasnya.***

wwwwww