Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ajak Milenial Terjun ke Sawah, Gus Jazil: Kini Bertani Gak Harus Kotor

Ajak Milenial Terjun ke Sawah, Gus Jazil: Kini Bertani Gak Harus Kotor
Jazilul Fawaid saat panen buah Melon di IPB Bogor. (GoNews.co)
Sabtu, 18 Juli 2020 22:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Melalui Inovasi teknologi yang digagas perguruan tinggi seperti yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB), para petani di Indonesia diyakini kian makmur dan sejahtera.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid usai menyaksikan langsung inovasi teknologi pertanian yang sedang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (17/7/2020).

"Inovasi-inovasi seperti ini perlu dikembangkan dan perlu didukung semua pihak. Melihat kondisi saat ini, ladang persawahan yang kian sedikit dan banyak petani masih menggunakan cara-cara tradisional," ujarnya.

Dengan dukungan teknologi kata Gus Jazil, kaum milenial pun bisa menjadi petani handal tanpa harus takut kotor. "Petani yang ada sekarang itu usianya sudah diatas 40-60 tahun. Artinya perlu generasi penerus untuk kesinambungan pangan negara kita. Melalui teknologi moderen, kaum milenial tak harus takut lagi dengan lumpur. Seperti di IPB itu semua sudah menggunakan cara cara moderen," tandasnya.

"Mulai dari penyiapan lahan, bibit, penanaman hingga panen, semua pakai teknologi. Ini yang harus kita suport," tambahnya.

Selain tanaman sayuran, buah-buahan dan Padi, Gus Jazil juga memberi contoh inovasi teknologi dari IPB seperti penggunaan robot untuk panen sawit dengan mendeteksi buah sawit yang sudah matang. Begitu pula inovasi teknologi di pertanian. Dengan inovasi teknologi, satu hektar lahan sawah bisa menghasilkan 11 ton padi. "Ini luar biasa di tengah lahan sawah kita yang kurang. IPB sudah menemukan teknologinya," tuturnya.

Pria asal Pulau Bawean, Gresik Kediri itu mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi IPB yang telah melakukan inovasi teknologi agro maritim 4.0.

"Kekayaan sumber daya Indonesia bisa dimaksimalkan dengan inovasi teknologi. Ini harus menjadi landasan bagi pemerintah karena fokus pemerintah saat ini adalah pengembangan dan keunggulan sumber daya manusia," terangnya.***

wwwwww