Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Dinilai Gagal, PMII Jatim Desak Jokowi Copot Menag Fachrul Razi

Dinilai Gagal, PMII Jatim Desak Jokowi Copot Menag Fachrul Razi
Sabtu, 18 Juli 2020 22:18 WIB
JAKARTA - Suara kritikan terhadap kinerja kabinet Indonesia Maju terus menggelinding usai Presiden Jokowi menunjukkan kemarahannya Kamis (18/6) lalu saat sidang kabinet paripurna.

Saat itu Jokowi mengaku jengkel karena para menterinya tidak memiliki sens of crisis menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19). Suara perombakan kabinet Jokowi itu ditanggapi oleh aktivis mahasiswa Nahdliyin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Abdul Ghoni menilai Kementerian Agama (Kemenag) RI merupakan lembaga paling tidak serius mulai dari awal kabinet terbentuk. "Berbicara kinerja menteri, apa yang disampaikan presiden soal menteri harus kerja extraordinary adalah Menteri Agama yang hampir tak mencerminkan keseriusan dari awal", kata Abdul Ghoni, Sabtu (18/7).

Aktivis dari pulau Jawa paling timur ini melihat Fachrul Razi sebagai pemimpin di Kemenag, tidak mempunyai capaian program selama pandemik Covid-19. "Persoalan pendidikan di bawah naungan Kemenag, Menag gagal hadir di tengah-tengah kampus ketika pandemi ini," imbuhnya.

"Sering menghilang dan gak mau berdialog, mendengarkan keluh kesah mahasiswa selama ini," terangnya.

Ghoni mewakili kader PMII di Jawa Timur menyatakan tidak puas atas kinerja Menteri Agama. Ia meminta Presiden Jokowi mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

"Saya sih menyarankan kepada presiden untuk reshuffle menteri agama", ujarnya.

Menurut Abdul Ghoni, isu dan kebijakan tentang pendidikan dan radikalisme akan menjadi konsentrasi bangsa ke depan. Tantangan itu harus dilakukan oleh pemimpin yang betul-betul memahami isu dan problematika bangsa. "

Daripada kementerian agama hancur, mending ganti," pungkas Abdul Ghoni.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Badminton, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww