Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
24 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
24 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Kemenpora
23 jam yang lalu
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Harapan Belasan Ribu Pekerja Hiburan Malam yang 'Nganggur'

Harapan Belasan Ribu Pekerja Hiburan Malam yang Nganggur
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Hana Suryani. (Foto: Ist./Instagram)
Rabu, 22 Juli 2020 08:07 WIB
JAKARTA - Lebih dari seribu pegawai dunia hiburan sudah 4 bulan kehilangan pekerjaan, mereka berharap tempat mereka bekerja bisa dibuka kembali. Toh, industri ini menyerap 19 ribu tenaga kerja dan ikut menyumbang kas Pemprov DKI dalam bentuk pembayaran pajak.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani menegaskan, siap untuk berdiskusi dengan pemprov DKI dan Gugus Tugas COVID untuk menyusun protokol bersama dan menentukan kapan bisnis hiburan malam boleh beroperasi kembali.

Dalam lansiran detik.com, Rabu (22/7/2020), Hana juga menegaskan bahwa bisnis yang dikelolanya adalah bisnis legal yang diatur dalam undang-undang dan peraturan daerah (Perda). Hiburan malam, bukan bisnis esek-esek.

"Kalau esek-esek masak diatur dalam undang-undang dan ada perdanya.Kami punya izin lengkap yang tidak mudah didapat dan sudah melalui proses sertifikasi," kata Hana.

Kalau pun terjadi pelanggaran, ia melanjutkan, seharusnya tidak dipukul rata karena bersifat kasuistis, dan lebih ke oknum individual. Apalagi faktanya, pelanggaran narkoba, prostitusi, atau human trafficking tak cuma terjadi di industri hiburan malam.

"Selama 20 tahun saya bekerja di industri hiburan malam, Alhamdulillah saya tidak merokok, minum, apalagi narkoba dan prostitusi. Boleh dibuktikan," kata Hana.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Ekonomi
wwwwww