Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
12 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
22 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
24 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
MPR RI
23 jam yang lalu
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
5
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
24 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
24 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  Politik

Bamsoet Berharap Partai Gelora jadi Parpol Berkualitas di Indonesia

Bamsoet Berharap Partai Gelora jadi Parpol Berkualitas di Indonesia
Kamis, 23 Juli 2020 21:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong keberadaan Partai Gelora yang dimotori tokoh-tokoh senior dalam perpolitikan, tak hanya sekadar meramaikan kuantitas, melainkan juga turut meningkatkan kualitas partai politik.

Berdasarkan riset The Economist Intelligence Unit (EIU) dalam Indeks Demokrasi 2019, Indonesia berada di posisi ke-64 dari 167 negara, menempatkan Indonesia pada kelompok negara flawed democracy.

Disisi lain menunjukan keberadaan partai politik belum maksimal dalam meningkatkan partisipasi politik rakyat.

"Flawed democracy berarti berbagai prasyarat demokrasi sudah terpenuhi. Antara lain sudah ada Pemilu dan pengakuan hak-hak politik warga. Namun berbagai masalah fundamental demokrasi belum terselesaikan. Misalnya kultur politik dan partisipasi yang masih rendah. Partai Gelora sebagai 'darah segar' perpolitikan yang memiliki jargon ‘Arah Baru Indonesia’, harus mampu meningkatkan kultur politik dan partisipasi rakyat," ujar Bamsoet saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (23/7/20).

Para pengurus Partai Gelora yang hadir antara lain Ketua Umum Anis Matta, Sekretaris Jenderal Mahfudz Siddiq, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Pengembangan Wilayah V Akhmad Faradis, Ketua Bidang Layanan Sosial Ratieh Sanggarwaty, Ketua Bidang Kerjasama dan Jaringan Lembaga Ratu Ratna Damayani, Ketua Bidang Perempuan dan keluarga Srie Wulandari, dan Ketua Bidang Generasi Muda Hudzaifah Muhibullah.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai masyarakat saat ini sedang rindu terhadap partai politik dan tokoh yang memberikan keteduhan dan solusi dalam persoalan kebangsaan dan juga persoalan internasional lainnya. Hal tersebut membuka kesempatan bagi Partai Gelora untuk mendapatkan perhatian rakyat.

"Sebagai partai politik yang tak ikut dalam arus pemerintahan, Partai Gelora bisa mengambil posisi membuka dialektika dan ruang perdebatan publik yang teduh dan solutif. Selain bisa memberi warna, juga bisa membuat masyarakat semakin pro aktif terhadap berbagai hal yang terjadi. Dari mulai persoalan ekonomi, sosial, politik, hingga internasional," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, kehadiran Partai Gelora juga akan membuat peta persaingan dalam Pilkada hingga Pemilu 2024 menjadi semakin kompetitif. Partai-partai lama akan semakin mendapatkan ujian sejauh mana bisa mempertahankan eksistensinya, partai politik baru seperti Gelora mendapatkan ujian sejauh mana bisa mendapatkan kepercayaan rakyat.

"Pada akhirnya, rakyatlah yang diuntungkan. Karena dengan semakin ketatnya persaingan, seharusnya berkorelasi terhadap peningkatan kualitas partai politik. Partai politik yang tak serius berjuang untuk rakyat, niscaya akan ditinggalkan," pungkas Bamsoet.***


wwwwww