Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
15 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
16 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
14 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
15 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19

Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19
Cawan Petri yang biasa digunakan dalam penelitian. (Gambar: Ist./Shutterstock)
Jum'at, 24 Juli 2020 13:33 WIB
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Mokuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio menyatakan bahwa dalam setiap tahapan penelitian tentu harus dilakukan pemurnian sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Dari Indonesia baru ada 15 WGS (whole genome virus) yang disubmit ke GISAID, 10 dari Lembaga Eijkman dan 5 dari UNAIR," kata Prof. Amin kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Dari 10 yang di-submit oleh Eijkman, kata Prof. Amin, 9 di antaranya masuk ke dalam kelompok (Clade) L dan 1 lainnya masuk ke dalam Clade O (Others).

Pernyataan Prof. Amin tersebut megonfirmasi soal urgensi pemurnian virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia, dan sudah atau belumnya Eijkman melakukan proses itu.

Lebih jauh, Prof. Amin menjelaskan bahwa virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia memang bermutasi, "tetapi jumlahnya sedikit dan tidak mempengaruhi RBD (Receptor Binding Domain) dari Protein Spike.

"Belum ada informasi keterkaitan mutasinya dengan perubahan keganasan," terang Prof. Amin.

Seperti diketahui, Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Efektivitas vaksin untuk warga Indonesia diberitakan tak lepas dari pentingnya kesesuaian dengan virus Covid-19 yang ada di tanah air. Karenanya, pemurnian menjadi salah satu proses yang harus dilakukan untuk mengenali virus Covid-19 yang ada di Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, Nasional

wwwwww