Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Avanza Mobil 'Sejuta Umat' Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
Ekonomi
3 jam yang lalu
Avanza Mobil Sejuta Umat Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
2
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
Politik
19 jam yang lalu
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
3
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
Olahraga
20 jam yang lalu
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
4
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
5
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
Olahraga
21 jam yang lalu
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
6
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Peristiwa
19 jam yang lalu
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Resesi Kian Nyata Akibat Corona, Ini yang Harus Dilakukan Masyarakat Mulai Sekarang

Resesi Kian Nyata Akibat Corona, Ini yang Harus Dilakukan Masyarakat Mulai Sekarang
Ilustrasi Kemiskinan.
Senin, 27 Juli 2020 13:00 WIB
JAKARTA - Singapura dan Korea Selatan (Korsel) sudah masuk ke jurang resesi akibat Pandemi Corona. Indonesia juga bukan tidak mungkin akan mengalaminya.

Sebelum resesi ekonomi benar-benar terjadi, tidak ada salahnya persiapkan diri mulai dari sekarang.

Masyarakat harus berhemat mulai dari sekarang untuk menyiapkan dana darurat selama resesi. Sebab tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan jika resesi benar terjadi.

"Kurangi juga belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan. Jadi jangan latah ikut gaya hidup yang boros. Pandemi mengajarkan kita apa yang bisa dihemat ternyata membuat daya tahan keuangan personal lebih kuat," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah. Menurutnya, di saat seperti ini masyarakat jangan boros dan harus mempersiapkan kondisi terburuk untuk mencukupi keuangan.

"Tetap harus berjaga-jaga mempersiapkan kondisi terburuk yaitu apabila resesi ini berkepanjangan. Ini perlu stamina yang kuat termasuk juga tabungan yang cukup. Jangan Boros," ucapnya.

Selain mempersiapkan tabungan yang banyak, masyarakat juga disarankan agar menjaga kesehatan agar resesi tidak berkepanjangan. Sebab resesi terjadi disebabkan oleh virus mematikan Corona (Covid-19).

"Yang utama tetap menjaga kesehatan. Resesi disebabkan oleh wabah, oleh karena itu solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri wabah. Apabila wabah berakhir, resesi akan berakhir," sebutnya.

Untuk diketahui, jika benar terjadi resesi akan dapat mengakibatkan penurunan seluruh aktivitas ekonomi. Yang paling mudah dirasakan adalah menurunnya jumlah lapangan kerja yang tercipta.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto pernah menjelaskan bahwa ketika resesi ekonomi terjadi maka akan ada ledakan gelombang pengangguran. Ujung-ujungnya orang miskin akan bertambah.

"Saya rasa dampak yang paling besar itu tingkat pengangguran dan kemiskinan," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww