Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
17 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Mendikbud Tegaskan, Tanoto Foundation dan Sampoerna Tak Pakai APBN Dukung POP

Mendikbud Tegaskan, Tanoto Foundation dan Sampoerna Tak Pakai APBN Dukung POP
Mendikbud Nadiem Makarim. (pikiranrakyat)
Selasa, 28 Juli 2020 19:50 WIB
PEKANBARU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation mendukung Program Organisasi Penggerak (POP) menggunakan skema pembiayaan mandiri.

''Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri, tanpa dana APBN, dalam POP. Mereka menyambut baik saran tersebut,'' ujar Nadiem di Jakarta, Selasa (28/7), seperti dikutip dari Jawapos.com.

Dituturkan Nadiem, dengan demikian, kedua yayasan yang bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung POP.

''Harapan kami, (penjelasan) ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,'' ujarnya.

Sambung Nadiem, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri, nantinya tidak wajib mematuhi semua persyaratan pelaporan keuangan yang sama yang diperlukan untuk bantuan pemerintah dan tetap diakui sebagai partisipan POP.

Kendati tak memakai anggaran negara, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran yang digunakan antara lain Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter untuk SD dan SMP atau instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.

''Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua,'' tutup Nadiem. ***

Editor:hasan b
Sumber:jawapos.com
Kategori:Umum, Nasional
wwwwww