Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
9 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Puluhan Geng Motor Bersenjata Golok Serang Laskar FPI saat Pasang Spanduk Habib Rizieq
Peristiwa
16 jam yang lalu
Puluhan Geng Motor Bersenjata Golok Serang Laskar FPI saat Pasang Spanduk Habib Rizieq
3
Minta Pemerintah Transparan Soal Vaksin Sinovac, DPR: Jangan Biarkan Publik Menduga-duga
Politik
16 jam yang lalu
Minta Pemerintah Transparan Soal Vaksin Sinovac, DPR: Jangan Biarkan Publik Menduga-duga
4
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
MPR RI
23 jam yang lalu
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
5
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
6
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
10 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Mahmoud Eid Kangen Nasi Goreng

Mahmoud Eid Kangen Nasi Goreng
Rabu, 29 Juli 2020 19:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Tiga pemain asing Persebaya Surabaya pulang ke negara asalnya sejak pandemi virus Covid-19 Maret lalu di Indonesia. Hal ini terkait dengan dihentikannya Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 sementara waktu.

Salah satunya adalah Mahmoud Eid yang pulang kampung ke Swedia. Hampir empat bulan lebih di kampung halaman pemain yang sering dikatakan mirip dengan Zlatan Ibrahimovic itu mengaku kangen dengan Surabaya.

Terutama dengan nasi goreng yang menjadi salah satu menu makanan favorit selama tinggal di Surabaya.

“Ya tentu, nasi goreng itu favorit saya, sangat enak,” kata pemain berpaspor Palestina itu. 

Selain nasi goreng, Mahmoud juga mengaku sudah menahan rindu untuk berkumpul bersama rekan setimnya. Menikmati atmosfer pertandingan di Gelora Bung Tomo (GBT) yang selalu dipadati Bonek dan Bonita.

Mahmoud berharap bisa segera kembali ke Surabaya, kota pertama yang menjadi pijakan karirnya di Indonesia.

“Pertama saya rindu tim, rekan satu tim, saya rindu Bonek dan Bonita. Semua perhatian (dari mereka) yang saya dapat di jalan dan di lapangan itu rasanya sangat luar biasa. Saya merasa saya baru mulai mengenal kota, ingin tahu lebih banyak soal kota, jadi saya rindu, saya harap bisa kembali secepatnya,” pungkasnya. ***


wwwwww