Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
12 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
17 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
5
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
16 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil
Kamis, 13 Agustus 2020 15:16 WIB
JAKARTA - Bergabungnya mangan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tidak berkaitan dengan hajatan Pilpres 2024.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Menurut Satyo, KAMI merupakan katalisator perjuangan moral yang berbicara kondisi bangsa dan negara.

"Kehadiran Gatot Nurmantyo di acara KAMI nampaknya tidak berkaitan dengan hajatan 2024. Entitas KAMI layaknya seperti katalisator perjuangan moral dalam konteks kekinian yang artinya bicara kondisi bangsa dan negara yang tengah menghadapi resesi akibat Covid-19," sebut dia.

Selain itu, mantan Sekjen ProDEM ini menilai bahwa KAMI juga seperti oase bagi masyarakat yang digelayuti ketidakpastian masa depan akibat ketidakpuasan cara penanganan pandemik Covid-19 oleh pemerintah, yang mengakibatkan kontraksi perekonomian masyarakat.

"Sepertinya kehadiran Gatot Nurmantyo lebih kepada 'moral hazard' sebagai purnawirawan Panglima TNI sudah pasti jiwa korsanya terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi siapa pun yang mau berjuang untuk menumbuhkan harapan hidup bagi masyarakat banyak," demikian Satyo Purwanto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww