Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil
Kamis, 13 Agustus 2020 15:16 WIB
JAKARTA - Bergabungnya mangan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tidak berkaitan dengan hajatan Pilpres 2024.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Menurut Satyo, KAMI merupakan katalisator perjuangan moral yang berbicara kondisi bangsa dan negara.

"Kehadiran Gatot Nurmantyo di acara KAMI nampaknya tidak berkaitan dengan hajatan 2024. Entitas KAMI layaknya seperti katalisator perjuangan moral dalam konteks kekinian yang artinya bicara kondisi bangsa dan negara yang tengah menghadapi resesi akibat Covid-19," sebut dia.

Selain itu, mantan Sekjen ProDEM ini menilai bahwa KAMI juga seperti oase bagi masyarakat yang digelayuti ketidakpastian masa depan akibat ketidakpuasan cara penanganan pandemik Covid-19 oleh pemerintah, yang mengakibatkan kontraksi perekonomian masyarakat.

"Sepertinya kehadiran Gatot Nurmantyo lebih kepada 'moral hazard' sebagai purnawirawan Panglima TNI sudah pasti jiwa korsanya terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi siapa pun yang mau berjuang untuk menumbuhkan harapan hidup bagi masyarakat banyak," demikian Satyo Purwanto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww