Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
11 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
5
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
15 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Olahraga

PB Perpani Tetap Ngotot Coret Tiga Pemanah Potensial Pelatnas Olimpiade

PB Perpani Tetap Ngotot Coret Tiga Pemanah Potensial Pelatnas Olimpiade
Ketua Umum PB.Perpani, Iliza Sa'aduddin Djamal
Kamis, 13 Agustus 2020 22:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA- Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB.Perpani) tetap ngotot mempertahankan keputusannya yang mencoret tiga atlet pelatnas yakni Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa karena dianggap indisipliner.

Padahal dua diantara ketiga atlet tersebut berjasa meraih tiket ke Olimpiade 2021 Tokyo untuk nomor recurve putra-putri setelah Riau Ega meraih medali perunggu dan Diananda Choirunisa mendapatkan medali perak.

Ketua Umum PB.Perpani, Iliza Sa'aduddin Djamal dalam jumpa pers resmi secara virtual di Jakarta, Kamis, (13/8/2020) menegaskan, pencoretan itu semata-mata demi tegakknya aturan organisasi.''Kami ingin semua pihak apakah itu atlet atau pelatih bahkan pengurus sekalipun harus taat aturan main organisasi,''kata anggota Komisi X DPR-RI ini.

Iliza lebih jauh mengatakan Perpani sebelumnya sudah beberapa kali menjalin komunikasi termasuk melalui grup WA dengan ketiga atlet asal Jatim tersebut. Namun komunikasi ini tak jalan karena Riau Ega yang semula ikut grup WA tapi kemudian keluar, sementara Diananda langsung memblokir sendiri. Sementara Asiefa tetap ada tapi hanya memantau saja.

''PB sudah melakukan pemanggilan atlet, melalui pengprov Jatim. Tapi jawabannya harus koordinasi dengan KONI Jatim terlebih dahulu karena mereka sedang melakukan pelatda persiapan PON Papua. Nah alasan Riau Ega keluar itu karena dia belum ada izin dari KONI Jatim. Itu jadi tanda tanya besar dari kami, kami lalu berkomunikasi dan berpikir positif. Lalu komunikasi dengan pak Deni, Ketua pengprov Perpani Jatim. Tapi di reject, lalu kirim voice note, tetap tidak dijawab saat ditanya soal kepastian keikutsertaan jatim,''paparnya.

PB.Perpani seperti dijelaskan Iliza mengirim surat sekali lagi, kepada KONI Jatim namun tidak dijawab. Dan Perpani kemudian koordinasi dengan Kemenpora, dan ternyata Riau Ega, melakukan komunikasi secara mandiri melalui whatsup.

Ria Ega keberatan dengan pelaksanaan seleksi pelatih, menilai ada kecurangan, padahal proses seleksi dilakukan dengan tim independen.''Saya sendiri tidak terlibat, karena tidak mengerti siapa yang terbaik pelatih panahan.Deni komunikasi akhirnya dengan saya dan bilang dia dapat kabar dari temannya namun tidak tergabung di dewan seleksi, bahwa dialah yang mendapatkan nilai terbaik. Ini tidak objektif, kalau menilai dia yang terbaik. padahal penilaian terbaik sudah kami lalukan secara komprehensif,''tambah Iliza.

Sebelumnya juga sempat terjadi hal seperti ini dengan Jawa Timur dan Perpani  sebenarnya sangat berkeinginan Jatim ikut dalam pelatnas ini. Bahkan Iliza meminta kepada Sesmenpora untuk coba menjebatani. Namun Riau Ega  tetap mau dilatih sama Deni yang menurutnya sebagai pelatih terbaik. ***


wwwwww