Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pengakuan Warga Tak Pernah Terima Bansos dan Kewajiban Iuran

Pengakuan Warga Tak Pernah Terima Bansos dan Kewajiban Iuran
Foto: Ist.
Kamis, 13 Agustus 2020 16:43 WIB
JAKARTA - Pertiwi, bukan nama sebenarnya, mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial (Bansos) selama program batuan dari pemerintah itu digulirkan dalam rangka penanggulangan dampak Pandemi Covid-19.

"Sekali juga nggak pernah," kata Pertiwi, Kamis (13/8/2020).

Padahal, kata Pertiwi, Ia sudah 1 tahun tinggal di rumahnya saat ini, di sebuah kawasan lapak barang bekas di Pancoran, Jakarta Selatan. Meskipun, Ia mengakui, KTP-nya saat ini masih KTP Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pertiwi juga enggan menanyakan perihal Bansos ke pengurus RT. Banginya, tak penting untuk bertanya ke pengurus RT apakah Ia berhak atas Bansos atau tidak.

Pertiwi, memilih tetap bertahan hidup dengan upayanya sendiri, meski dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Kamis ini, pantauan di lokasi pemukiman Lapak Pancoran, sebagian warga tengah menjemput Bansos 'merah putih', atau Bansos yang dikemas dalam tas bercorak merah putih yang biasa disebut Bansos Presiden.

Pengakuan tak terima Bansos juga sempat muncul dari warga DKI Jakarta lainnya. Wulan, warga Cawang, Jakarta Timur, mengaku sempat tak terima Bansos. Bukan karena tak mendapat jatah, tapi karena Ia menolak membayar sejumlah uang untuk bisa menerima Bansos.

"Ya dari pada bayar nggak jelas, mendingan gak usah," kata Wulan, kemarin.

Tapi saat ini, kata Wulan, Ia sudah menerima Bansos, dan tanpa harus membayar.

"Kamu cerita-cerita soal ini," kata Wulan menirukan pertayaan salah seorang warga pada dirinya suatu waktu.

"Nggak, aku nggak cerita-cerita. Aku ditanya apa aku terima Bansos? Ya kubilang 'nggak'. Kenapa? Ya begitu," tutur Wulan mengisahkan pengalamannya hingga akhirnya sekarang Ia sudah terima Bansos tanpa membayar uang apapun.

Kisah hampir serupa dengan Wulan nampaknya juga terjadi di wilayah Jakarta lainnya. Sebuah foto kartu bertuliskan "Kartu Kendali Setoran Sadar Zakat Infaq dan Sedekah BAZNAS (Bazis) Kota Jakarta Selatan tahun 2020" beredar di jejaring whatsapp. Foto itu lengkap dengan gambar sejumlah uang dengan rincian setoran sebesar masing-masing Rp 5.000 sepanjang Juli-Juni (12 bulan).

Kartu berlogo BAZNAS BAZIS Jakarta Selatan dan logo Jaya Raya khas Pemerintah Kota Jakarta itu, juga sudah lengkap dibubuhi stempel RT salah satu pengurus di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan.

"Jadi itu, kalau mau ambil Bansos wajib udah isi iuran itu dulu katanya. Kalau sebumnya nggak ada, ini baru pertama kali," kata seorang warga, Kamis.

Sementara ini, BAZNAS Pusat belum menjawab pertanyaan wartawan terkait hal ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww