Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tukang Kritik Diberi Bintang Jasa, Anis Matta: Kita Harus Belajar Cara Bernegara dan Berpolitik

Tukang Kritik Diberi Bintang Jasa, Anis Matta: Kita Harus Belajar Cara Bernegara dan Berpolitik
Jum'at, 14 Agustus 2020 16:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora dan Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang telah mendapatkan penghargaan bintang tanda jasa Mahaputra Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).

"Secara khusus saya ingin memberi selamat pada sahabat saya @fahrihamzah dan @fadlizon. Tak sedikit yang bertanya, tukang kritik kok diberi Bintang Jasa? " kata Anis dalam keteranganya, Jumat (14/8/2020).

Menurut Anis Matta, semua pihak perlu belajar untuk memisahkan antara negara dan pemerintahan. Antara kehidupan bernegara dan kehidupan berpolitik.

Pemerintahan datang silih berganti, sementara negara akan tetap ada. Kehidupan politik penuh kompetisi, dan kehidupan bernegara butuh kolaborasi untuk kebaikan bersama.

"Kritik adalah bentuk pertanggungjawaban warga negara. Apalagi, Fahri dan Fadli pernah mendapat amanah mewakili rakyat di DPR dan menjadi Pimpinan DPR," katanya.

Ia menilai, negara dan demokrasi hanya bisa tegak dengan checks & balances, salah satunya melalui kritik. "Hal ini adalah pelajaran penting tentang kedewasaan politik dan bernegara," kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Anis Matta menegaskan, pemberiaan penghargaan Bintang Jasa kepada Fahri Hmazah dan Fadli Zon, bukan merupakan sogokan dari Presiden Jokowi kepada mereka agar tidak bersikap kritis lagi kepada pemerintah.

"Itu bukan sogokan untuk diam. Itu apresiasi presiden atas pengabdian beliau," tegas Anis Matta.

Penghargaan Bintang Jasa tersebut diberikan juga bukan semata-mata sikap kritis Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Melainkan, sikap negarawan yang ditonjolkan mantan pimpinan DPR RI tersebut dalam menyikapi sejumlah kebijakan pemerintah.

"Sikap kritis itu, tanggung jawab sebagai warga negara kepada bangsa dan manusia kepada Allah. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan penghargaan. Beliau itu negarawan, tahu apa yang harus dilakukan kepada negara," katanya.

Sebagai Ketua Umum Partai Gelora Anis pun menegaskan tidak akan melarang Fahri untuk tetap menjaga sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. "Insya Allah enggak akan larang,” tandasnya.

Ia menambahkan, selain kebanggaan, penganugerahan Bintang Jasa tahun ini, membawa keharuan karena ada sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang wafat dalam perjuangan mengatasi pandemi virus Corona (Covid-19) pada saat ini.

"Mari kita berdoa agar seluruh tenaga kesehatan kita diberi keselamatan. Dan mereka yang wafat diberi tempat terbaik oleh Allah SWT," pungkas Anis Matta.***

wwwwww