Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
5 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
23 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
3
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
23 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
4
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
23 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
5
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
22 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
6
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Peristiwa
22 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Home  /  Berita  /  Politik

75 Tahun RI Merdeka, Gus Jazil: Saatnya Ciptakan Kemakmuran dan Keadilan

75 Tahun RI Merdeka, Gus Jazil: Saatnya Ciptakan Kemakmuran dan Keadilan
Sabtu, 15 Agustus 2020 22:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Dalam hitungan 2 hari lagi bangsa Indonesia genap berusia 75 tahun. Dalam usia yang terbilang sudah berumur ini, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berharap seluruh rakyat Indonesia mensyukuri kemerdekaan yang ada.

"Tanpa kemerdekaan kita tidak bisa menjadi bangsa yang besar dan dihormati oleh bangsa yang lain," ujarnya pria yang akrab disapa Gus Jazil tersebut dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020).

Menurutnya, bangsa ini bisa berumur panjang jika rakyat lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal demikian, lanjutnya, harus dipertahankan dan dirawat.

"Meski rakyat terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, dan tersebar di ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud hingga Rote namun mereka tetap mengedepankan Indonesia. Untuk itulah MPR terus melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di seluruh penjuru Nusantara," ujarnya.

Bila rakyat sudah mengedepankan dan mengorbankan jiwa raga kepada bangsa dan negara, imbuhnya, maka pemerintah juga harus serius mewujudkan cita-cita leluhur atau para pendiri bangsa.

"Seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD. Pemerintah harus mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia," paparnya.

Gus Jazil pun mendorong agar pemerintah memperhatikan kehidupan masyarakat di berbagai tempat yang ada. Menurutnya, potensi-potensi yang ada di masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan, daerah kepulauan, dan pesisir, perlu diseriusi dan dikembangkan.

"Selama ini masyarakat di sana kurang mendapat sentuhan. Padahal potensi yang ada di pedesaan, daerah kepulauan, dan pesisir, sangat melimpah," tambahnya.

Bila daerah dan wilayah itu disentuh dan diseriusi, ia yakin bangsa Indonesia bisa seperti yang digambarkan dan dicita-citakan oleh para pendiri bangsa, yakni negeri yang adil, makmur, dan merata serta negeri yang dilimpahi berkah oleh Allah SWT. Selain itu, kesejahteraan, adil, dan makmur yang tercipta itu akan semakin membuat rakyat mencintai Indonesia.

"Persatuan dan kesatuan akan tumbuh subur bila rasa keadilan, kemakmuran, merata dan ada di tengah-tengah rakyat. Semakin bertambah cintanya rakyat kepada bangsa dan negara Indonesia itulah yang akan memperkuat identitas bangsa Indonesia di tengah percaturan dunia atau globalisasi," ucapnya.

Globalisasi yang ada diungkapkan oleh Gus Jazil penuh dengan tantangan. Tantangan yang ada sangat beragam mulai dari tantangan budaya asing, kekuatan ekonomi yang liberal, dan faktor lain yang akan saling mempengaruhi.

"Bila suatu negara tidak memiliki identitas yang kuat, ia bisa terseret atau larut dalam arus global," ungkap dia.

Untuk menghadapi yang demikian, tambahnya, identitas bangsa Indonesia harus diperkuat. Caranya, pertama, menebalkan rasa persatuan dan kesatuan. Kedua, menciptakan kemakmuran dan keadilan yang merata. Ketiga, bangsa ini harus tegas dan berani menolak paham atau budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

"Nah, kita dari MPR menanamkan hal demikian lewat Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.***


wwwwww