Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
10 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
14 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
11 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Menteri Ungkap Riset Inovasi Covid-19 Dibiayai LPDP, Mercy Minta Segera Ada Kejelasan Dana Riset
DPR RI
24 jam yang lalu
Menteri Ungkap Riset Inovasi Covid-19 Dibiayai LPDP, Mercy Minta Segera Ada Kejelasan Dana Riset
Home  /  Berita  /  Politik

Deklarasi KAMI Bentukan Din Syamsuddin dkk Juga Digelar di Solo

Deklarasi KAMI Bentukan Din Syamsuddin dkk Juga Digelar di Solo
Selasa, 18 Agustus 2020 15:35 WIB
SOLO - Sejumlah masyarakat dari Solo dan sekitarnya juga mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bentukan Din Syamsuddin dkk. Melalui KAMI, mereka menyebut ingin berkontribusi menyelesaikan permasalahan di Indonesia, khususnya Solo dan sekitarnya.

Deklarasi yang diikuti 150 orang di Solo tersebut juga bersamaan digelar di daerah lain, seperti di Jakarta. Gerakan tersebut akan disusul dengan pembentukan struktur organisasi.

"Ini bentuk dukungan ajakan tokoh-tokoh nasional yang kemarin kami sempat teleconference, seperti Din Syamsuddin, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk melakukan gerakan moral, untuk menyelesaikan permasalahan bangsa," kata Ketua Penyelenggara deklarasi KAMI, Shobbarin Syakur, di Hotel Riyadi Palace, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Selasa (18/8/2020).

Dia mengatakan ada dua tujuan utama pendirian KAMI. Salah satunya ialah meluruskan kiblat bangsa Indonesia yang menurutnya terganggu dengan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Tujuan kita ada dua, pertama adalah meluruskan kiblat bangsa dan negara ini, apalagi dengan kemarin RUU HIP menjadi tantangan tersendiri. Yang kedua, memberikan kontribusi terhadap problem di negara kita dalam segala aspek kehidupan," kata dia.

Namun dia menegaskan bahwa KAMI akan selalu bergerak secara konstitusional. Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.

"Kita akan mencari jalan yang lebih baik, lebih efektif. Bukan demonstrasi, tetapi ini gerakan moral yang lebih bisa diterima dan pokoknya ada perubahan Indonesia lebih baik," katanya.

Adapun beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta Muinuddinillah Basri, tokoh Mega Bintang Mudrick Sangidu. Sementara dari tokoh nasional adalah Denny Indrayana melalui telekonferensi.

Diketahui, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka menyebut KAMI sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

Deklarasi KAMI digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani.

"KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Komite KAMI Ahmad Yani saat membacakan Jatidiri KAMI, di lokasi.

Ahmad Yani menuturkan KAMI berjuang membangun masyarakat yang sejahtera berdasarkan konstitusi. Dia menyebut KAMI akan melakukan pengawasan dari segala potensi penyimpangan. "KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif," sebut Ahmad Yani.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Peristiwa, Politik, GoNews Group, Jawa Tengah

wwwwww