Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
10 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
2
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
3
Berhentikan Sahril Topan, DPP PAN Tunjuk Syamsurizal jadi Plt Ketua DPD PAN Rohul
Politik
23 jam yang lalu
Berhentikan Sahril Topan, DPP PAN Tunjuk Syamsurizal jadi Plt Ketua DPD PAN Rohul
4
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
5
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
13 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
6
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
10 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Home  /  Berita  /  Politik

Hari Konstitusi, Gus Jazil: Momentum Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia

Hari Konstitusi, Gus Jazil: Momentum Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia
Selasa, 18 Agustus 2020 16:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, peringatan hari konstitusi sangat penting, tidak hanya untuk menyegarkan kembali ingatan bangsa Indonesia terhadap UUD NRI Tahun 1945 namun bagaimana UUD itu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Demikian diungkapkan Gus Jazil sapaan akrabnya, saat memperingati Hari Konstitusi yang digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Dalam UUD, pada pembukaan kata Gus Jazil, termuat cita-cita bangsa Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Nah inilah cita-cita kemerdekaan kita," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
 
Diakui pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu, sejak Indonesia mendeklarasikan diri sebagai bangsa yang merdeka, hingga saat ini, pembangunan terus dilakukan oleh satu pemerintah ke pemerintah selanjutnya. Di sana-sini ada kemajuan namun hal demikian perlu terus ditingkatkan. "Perlu terus diperjuangkan dan direalisasikan cita-cita kemerdekaan Indonesia seperti yang diamanahkan dalam Pembukaan UUD," ujarnya.
 
Cita-cita kemerdekaan Indonesia menurutnya, tidak setiap saat diingat oleh masyarakat."Nah dengan momentum Hari Konstitusi kita ingatkan itu sekaligus menjadikan momentum Hari Konstitusi untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," tandasnya.
 
Tak hanya itu menurut Gus Jazil, Hari Konstitusi diharap dijadikan momentum bagi semua untuk mengevaluasi diri apakah perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sudah sesuai dengan konstitusi. "Bila kita menghargai perbedaan, toleransi, hormat menghormati, dan gotong royong, berarti kita sudah berkonstitusi," paparnya.

"Bila di tengah masyarakat terjadi caci kaki, saling membully, dan memfitnah, berarti masyarakat jauh dari nilai-nilai konstitusi,' tambahnya.
 
Dengan paparan di atas, Gus Jazil menyebut banyak nilai positif dari peringatan Hari Konstitusi yang digelar setiap tahun oleh MPR. "Mari dengan semangat Hari Konstitusi kita wujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," ujarnya.

Untuk diketahui, setiap tanggal 18 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Konstitusi. Dasar peringatan Hari Konstitusi adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Hari Konstitusi.

Tujuan peringatan Hari Konstitusi adalah untuk mengenang bagaimana selepas Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, satu hari kemudian, tepatnya 18 Agustus 1945, bangsa ini menetapkan UUD Tahun 1945 sebagai konstitusinya. Dengan adanya konstitusi maka syarat untuk menjadi satu negara menjadi sah, selain adanya wilayah dan penduduk.

Sejak tahun 2008 hingga tahun 2020, MPR rutin menggelar peringatan Hari Konstitusi. Tahun 2020 ini, peringatan Hari Konstitusi digelar di tengah pandemi Covid-19 dengan tema "Kita Laksanakan UUD NRI Tahun 1945 Untuk Wujudkan Indonesia Maju".***

 



wwwwww