Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Kriminal

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa
Anggota Komisi I fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha. (Foto: Dok. GoNews.co)
Selasa, 18 Agustus 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha, mendukung sepenuhnya rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang kini tengah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rencana program bela negara bagi mahasiswa.

“Ya bagus lah, rencana itu kan untuk mengisi pasukan cadangan. Karena Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Senin (17/8/2020) kemarin. 

Semenjak Indonesia merdeka dan era reformasi berjalan, kata Tamliha, memang belum ada pasukan cadangan yang sebetulnya merupakan amanat UU itu. "Anggaran sudah, tinggal pelaksanaannya. Toh, ini kita kan sukarela,”.

Sebelumnya, Wamenhan RI, Wahyu Sakti Trenggono mengungkapkan, sudah membuka pembicaraan dengan Kemendikbud RI agar memasukkan program bela negara ke kurikulum perguruan tinggi.

“Nanti, dalam satu semester, mereka bisa mengikuti pendidikan militer. Nilainya masuk ke SKS (sistem kredit semester)” kata Wahyu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Voli, Umum
wwwwww