Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
16 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
22 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
4
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  DPR RI

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa
Anggota Komisi I fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha. (Foto: Dok. GoNews.co)
Selasa, 18 Agustus 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha, mendukung sepenuhnya rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang kini tengah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rencana program bela negara bagi mahasiswa.

“Ya bagus lah, rencana itu kan untuk mengisi pasukan cadangan. Karena Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Senin (17/8/2020) kemarin. 

Semenjak Indonesia merdeka dan era reformasi berjalan, kata Tamliha, memang belum ada pasukan cadangan yang sebetulnya merupakan amanat UU itu. "Anggaran sudah, tinggal pelaksanaannya. Toh, ini kita kan sukarela,”.

Sebelumnya, Wamenhan RI, Wahyu Sakti Trenggono mengungkapkan, sudah membuka pembicaraan dengan Kemendikbud RI agar memasukkan program bela negara ke kurikulum perguruan tinggi.

“Nanti, dalam satu semester, mereka bisa mengikuti pendidikan militer. Nilainya masuk ke SKS (sistem kredit semester)” kata Wahyu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan

wwwwww