Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
9 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
7 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
7 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
Ekonomi
22 jam yang lalu
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
5
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
Ekonomi
20 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
6
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Home  /  Berita  /  Politik

Gus Jazil: Pendidikan Jarak Jauh Tak Bisa Mengajarkan Adab dan Sopan Santun

Gus Jazil: Pendidikan Jarak Jauh Tak Bisa Mengajarkan Adab dan Sopan Santun
Rabu, 19 Agustus 2020 18:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, meminta pemerintah mengambil terobosan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang timbul akibat pandemi Covid 19.

Karena alasan pandemi, menurutnya jangan sampai peserta didik tidak mendapat materi pelajaran seperti yang seharusnya diperoleh. Apalagi, kabar yang beredar mengatakan, dari 86 juta peserta didik hanya 30 persen saja yang bisa mengikuti pelajaran jarak jauh.

"Ini mengkhawatirkan, harus diambil terobosan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus memastikan selurub proses belajar mengajar dimasa pandemi bisa berjalan dengan baik, tidak terkendala apapun," ujar Gus Jazil sapaan akrab Jazilul saat menjadi Narasumber pada acara Launching dan bedah buku "SDM Unggul Indonesia Maju" di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (19/8).

Buku SDM Unggul Indonesia Maju, merupakan kompilasi 56 penulis, yang seluruhnya adalah Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Buku itu sengaja dibuat sebagai dalam rangka peringatan 75 Tahun HUT Kemerdekaan Indonesia.

Padahal, sistem belajar jarak jauh yang digalakkan sejak Pandemi kata Gus Jazil belum berjalan lancar. Ada berbagai kendala yang turut menghambat proses belajar mengajar tersebut. Antara lain, soal ketersediaan signal, peralatan hingga kesiapan kurikulum yang bisa disampaikan secara daring.

"Tiga puluh persen dari 86 juta peserta didik yang ikut pelajaran jarak jauh juga belum aman. Karena tidak ada jaminan mereka mengikuti pelajaran dengan baik. Ada kelelahan, kebosanan atau malah tidur. Belum lagi, sistem belajar jarak jauh tidak bisa mengajarkan adab, sopan santun dan tata Krama. Sehingga mereka belajar tentang nilai-nilai itu dari media yang mereka miliki," kata Gus Jazil menambahkan.

Karena itu, Gus Jazil meminta Kemendikbud bener- benar bekerja keras untuk menjamin proses belajar berjalan dengan baik. Jangan sampai ada generasi yang tidak belajar.

"Anak tidak belajar itu tidak gampang untuk diperhatikan, apalagi, rentang waktunya panjang. Kita baru akan sadar, ketika mereka besar, dan ternyata tidak memiliki pengetahuan, sebagaimana seharusnya," ungkap Gus Jazil.

Selain Gus Jazil, Launching dan Bedah Buku, itu juga menghadirkan tiga narasumber yang lain. Ketiganya adalah Dr. Sri Puguh Budi Utama Ketua Balitbang Kemenkumham, Laksdya TNI (purn) Ir. Achmad Djamaludin MAP, Sekjen Dewan Ketahanan Nasional serta Prof. Dr. Komarudin MSI, Rektor UNJ.***


wwwwww