Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Kemelut Pelatnas Panahan Olimpiade, Mantan Sekjen Angkat Bicara

Soal Kemelut Pelatnas Panahan Olimpiade, Mantan Sekjen Angkat Bicara
 Mantan Sekjen PB Perpani, Rizal Barnadi bersama Presiden Jokowi.
Jum'at, 21 Agustus 2020 12:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Mantan Sekjen Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Rizal Barnadi angkat bicara soal kemelut yang terjadi di pelatnas panahan Olimpiade yang mengakibatkan pencoretan tiga atlet elit asal Jawa Timur, Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa.

"Kemelut ini harusnya tidak perlu terjadi jika semua pihak lebih mengutamakan kepentingan prestasi panahan di Olimpiade Tokyo 2021," kata Rizal Barnadi yang dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2020).

Seperti diketahui PB Perpani mencoret Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa dengan alasan indisipliner dan memaksakan kehendak untuk menjadikan Denny Trisjanto sebagai pelatihnya.

"Penolakan Denny Trisjanto menjadi pelatih pelatnas itu masalah klasik. Saat persiapan pelatnas panahan SEA Games Manila 2019 pun pernah terjadi. Namun, pak Kelik selaku Ketua Umum PB Perpani mampu menyelesaikannya dengan mengakomodir semua kepentingan," jelas Rizal Barnadi.

Ketika disinggung persoalan apa yang menyebabkan terjadinya penolakan Denny Trisjanto, Rizal Barnadi menjawab,"Tak etis jika saya menjelaskannya. Yang pasti, Bu Illiza Sa'aduddin harus mencari akar permasalahan sehingga kemelut tidak terjadi lagi. Ya, kita memang tidak bisa menyalahkan Bu Illiza sepenuhnya karena baru pertama kali memimpin organisasi olahraga."

Jika berbicara masalah keinginan Illiza Sa'aduddin meraih medali di Olimpiade Tokyo 2021 mengulang prestasi trio srikandi Nurfitriyana, Lilies Handayani dan Kusumawardani yang meraih perak di Olimpiade Seoul 1988, kata Rizal, ketiga atlet elit asal Jawa Timur itu harus tetap dipertahankan. Apalagi, Riau Ega dan Diananda sudah membuktikan kemampuannya. Tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 itu diraih setelah Riau Ega yang akrab dipanggil Sinchan meraih medali perunggu nomor recurve putra dan Diananda Choirunisa yang panggilan akrabnya Anis mendapatkan perak nomor recurve putri.

"Mereka pantas dipertahankan karena pemanah terbaik Indonesia saat ini. Dan, kita juga harus mengakui bahwa Denny Trisjanto adalah pelatih terbaik. Bukan hanya mencetak Riau Ega dan Diananda, tetapi Denny yang menjadi Ketua Umum Pengprov Perpani Jatim yang paling sukses memimpin organisasi panahan dengan mencatat satu-satunya Pengprov Perpani yang meloloskan atletnya tampil di semua nomor yang dipertandingkan pada PON Papua 2021," ungkapnya.

Rizal juga sepakat terlalu riskan jika PB Perpani tetap ngotot untuk menggantikan ketiga atlet asal Jawa Timur tersebut. Pasalnya, ia paham benar prestasi atlet pengganti belum mampu menyamai prestasi yang dicetak ketiganya. "“Yang saya tahu Riau Ega dan Diananda masih atlit terbaik di Indonesia baik dari segi skor maupun mental," ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar kemelut yang terjadi ini cepat diselesaikan sehingga tercipta suasana yang kondusif di pelatnas panahan Olimpiade. "Kondisi yang kondusif itu sangat penting karena olahgraga panahan itu butuh ketenangan dan kenyamanan dalam upaya meningkatkan prestasi sehingga keingingan meraih prestasi di Tokyo bisa terbuka lebar," tandasnya. ***

wwwwww