Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
12 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
19 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
5
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
DPR RI
11 jam yang lalu
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
6
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Politik
20 jam yang lalu
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Home  /  Berita  /  Olahraga

Soal Kemelut Pelatnas Panahan Olimpiade, Mantan Sekjen Angkat Bicara

Soal Kemelut Pelatnas Panahan Olimpiade, Mantan Sekjen Angkat Bicara
 Mantan Sekjen PB Perpani, Rizal Barnadi bersama Presiden Jokowi.
Jum'at, 21 Agustus 2020 12:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Mantan Sekjen Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Rizal Barnadi angkat bicara soal kemelut yang terjadi di pelatnas panahan Olimpiade yang mengakibatkan pencoretan tiga atlet elit asal Jawa Timur, Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa.

"Kemelut ini harusnya tidak perlu terjadi jika semua pihak lebih mengutamakan kepentingan prestasi panahan di Olimpiade Tokyo 2021," kata Rizal Barnadi yang dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2020).

Seperti diketahui PB Perpani mencoret Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa dengan alasan indisipliner dan memaksakan kehendak untuk menjadikan Denny Trisjanto sebagai pelatihnya.

"Penolakan Denny Trisjanto menjadi pelatih pelatnas itu masalah klasik. Saat persiapan pelatnas panahan SEA Games Manila 2019 pun pernah terjadi. Namun, pak Kelik selaku Ketua Umum PB Perpani mampu menyelesaikannya dengan mengakomodir semua kepentingan," jelas Rizal Barnadi.

Ketika disinggung persoalan apa yang menyebabkan terjadinya penolakan Denny Trisjanto, Rizal Barnadi menjawab,"Tak etis jika saya menjelaskannya. Yang pasti, Bu Illiza Sa'aduddin harus mencari akar permasalahan sehingga kemelut tidak terjadi lagi. Ya, kita memang tidak bisa menyalahkan Bu Illiza sepenuhnya karena baru pertama kali memimpin organisasi olahraga."

Jika berbicara masalah keinginan Illiza Sa'aduddin meraih medali di Olimpiade Tokyo 2021 mengulang prestasi trio srikandi Nurfitriyana, Lilies Handayani dan Kusumawardani yang meraih perak di Olimpiade Seoul 1988, kata Rizal, ketiga atlet elit asal Jawa Timur itu harus tetap dipertahankan. Apalagi, Riau Ega dan Diananda sudah membuktikan kemampuannya. Tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 itu diraih setelah Riau Ega yang akrab dipanggil Sinchan meraih medali perunggu nomor recurve putra dan Diananda Choirunisa yang panggilan akrabnya Anis mendapatkan perak nomor recurve putri.

"Mereka pantas dipertahankan karena pemanah terbaik Indonesia saat ini. Dan, kita juga harus mengakui bahwa Denny Trisjanto adalah pelatih terbaik. Bukan hanya mencetak Riau Ega dan Diananda, tetapi Denny yang menjadi Ketua Umum Pengprov Perpani Jatim yang paling sukses memimpin organisasi panahan dengan mencatat satu-satunya Pengprov Perpani yang meloloskan atletnya tampil di semua nomor yang dipertandingkan pada PON Papua 2021," ungkapnya.

Rizal juga sepakat terlalu riskan jika PB Perpani tetap ngotot untuk menggantikan ketiga atlet asal Jawa Timur tersebut. Pasalnya, ia paham benar prestasi atlet pengganti belum mampu menyamai prestasi yang dicetak ketiganya. "“Yang saya tahu Riau Ega dan Diananda masih atlit terbaik di Indonesia baik dari segi skor maupun mental," ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar kemelut yang terjadi ini cepat diselesaikan sehingga tercipta suasana yang kondusif di pelatnas panahan Olimpiade. "Kondisi yang kondusif itu sangat penting karena olahgraga panahan itu butuh ketenangan dan kenyamanan dalam upaya meningkatkan prestasi sehingga keingingan meraih prestasi di Tokyo bisa terbuka lebar," tandasnya. ***


wwwwww