Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  PON

Undang Ulama Saat Misa, Pastor Jadi Sasaran Fitnah, Dituduh Bawa Pemuja Setan ke Gereja

Undang Ulama Saat Misa, Pastor Jadi Sasaran Fitnah, Dituduh Bawa Pemuja Setan ke Gereja
Pastor Stephen Farragher. (republika.co.id)
Sabtu, 22 Agustus 2020 13:12 WIB

BALLYHAUNIS -- Seorang pastor di Irlandia Stephen Farragher difitnah kaum fanatik karena mengizinkan dua ulama mengucapkan berkat dalam misa di gereja April lalu.

Dikutip dari Republika.co.id, pastor Stephen Farragher mengatakan telah menjadi sasaran fitnah dan hinaan secara langsung dan virtual.

Sebuah kelompok yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Síol na hÉireann, Partai Patriot Irlandia, menuduh Farragher 'membawa pemuja setan asing' ke dalam gereja dan menjadi 'bidah'.

''Saya kewalahan dengan pesan yang saya terima dari ratusan orang di seluruh negeri beberapa hari terakhir ini. Maksud saya, apa yang saya alami secara online oleh orang banyak yang disebut Church Militant [dugaan kelompok sayap kanan AS] dan orang-orang berteriak ke arah saya di telepon,'' ujar Pastor Farragher yang dikutip di Irish Mirror, Jumat (21/8).  

Dia juga mengaku mendapat pesan yang menyebutnya sebagai 'pengkhianat' yang dikirim dengan tulisan merah besar.

Pastor Farragher mengatakan kelompok yang terdiri dari sekitar 12 orang, yang bukan dari Ballyhaunis atau Co Mayo, juga membawa spanduk bertuliskan 'No Sharia in Ireland' ke halaman gereja.

Pada April lalu, pastor sengaja menyiarkan misa di radio lokal Ballyhaunis, dimana dia menghubungi dua imam sebagai wujud solidaritas antar agama.

Dia meminta para imam untuk mengucapkan berkat di akhir misa di Gereja St Patrick di Ballyhaunis, Co Mayo pada 3 April.

Pastor Farragher mengatakan mereka membacakan panggilan Islam untuk berdoa dan berdoa semoga belas kasihan Tuhan akan membantu semua orang yang menderita Covid-19.

''Apa yang tidak mereka sadari adalah banyak dari orang-orang ini memiliki lebih banyak kesamaan dengan kita daripada yang mereka sadari. Oke, mungkin mereka menyembah Tuhan dengan nama yang berbeda tetapi dalam hal nilai dan hidup yang baik, kehidupan moral (ada banyak kesamaan),' ujar Pastor.

Ballyhaunis adalah salah satu tempat paling beragam di negara ini. Menurut Pastor Farragher, kerja nyata integrasi di Ballyhaunis terjadi dimana warganya memiliki budaya, kebangsaan, dan agama yang berbeda, tetapi juga organisasi sukarela dan klub olahraga yang terus berupaya keras untuk menjadi inklusif.

Pastor Farragher mengatakan multikulturalisme tumbuh subur ketika mendiang pengusaha Pakistan Sher Mohammed Rafique pertama kali membawa pekerja Muslim ke kota Co Mayo pada 1970-an.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON
wwwwww