Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
9 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
7 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
7 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
Ekonomi
21 jam yang lalu
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
5
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
Ekonomi
19 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
6
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Home  /  Berita  /  MPR RI

Ahmad Basarah: Mengganti Pancasila Berarti Menghancurkan NKRI

Ahmad Basarah: Mengganti Pancasila Berarti Menghancurkan NKRI
Minggu, 23 Agustus 2020 17:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menegaskan, jika ada di kalangan masyarakat yang gemar menyebar propaganda mengganti ideologi Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi dan bentuk negara lain, tak punya tujuan lain kecuali ingin memecah belah bangsa Indonesia dan menghancurkan NKRI.

Hal itu diungkapkan Ahmad Basarah saat memberikan ceramah 4 Pilar MPR RI hasil kerja sama dengan 200 orang peserta dari Komunitas Penggemar Mobil Klasik di Gedung MPR, Minggu (23/8/2020).

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Lestari Murdijat, Pembina Penggemar Mobil Klasik Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna dan Founder ESQ 165 Ary Ginanjar.

Ahmad Basarah mengatakan, kemerdekaan bangsa Indonesia yang memasuki usia 75 tahun bukanlah sesuatu yang tiba-tiba jatuh dari langit, tetapi lebih merupakan hasil dari kristalisasi perjuangan para pahlawan dan syuhada bangsa. Selain merebut dan mempersembahkan negara Indonesia merdeka, para pahlawan bangsa itu juga memikirkan dan mewatriskan sebuah dasar dan ideologi negara yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, etnis dan bahasa.

"Dasar dan ideologi maha karya pendiri bangsa yang diwariskan kepada kita sejak Indonesia merdeka hingga saat ini adalah Pancasila. Ini adalah ideologi negara yang harus kita rawat, kita jaga, dan kita amalkan," urai Ahmad Basarah.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat GM-FKPPi itu juga mengingatkan hancurnya negara-negara lain yang gagal mengelola perbedaan dan menjemput perkembangan zaman kini tengah sibuk menyelesaikan konflik bersaudara di antara mereka, bahkan beberapa negara di antaranya sudah bubar alias tinggal nama dalam peta dunia.

"Agar tidak mengalami kehancuran akibat perang saudara seperti terjadi di negara-negara lain, bangsa Indonesia harus kokoh berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila. Hanya Pancasilalah dasar dan ideologi yang cocok dan memperaatukan bagi bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, dan golongan ini," urai Ahmad Basarah yang juga Dosen Paska Sarjana Universitas Jember itu.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa di antara negara-negara di dunia dapat menjadi bangsa lebih karena mereka berpegang teguh pada falsafah bangsa mereka sendiri. Karena itu, bangsa Indonesia juga dapat menjadi bangsa yang besar jika mau berpedoman pada falsafah bangsa Indonesia sendiri, yakni Pancasila dan bukan menjiplak serta menerapkan falsafah bangsa lain.

Di akhir uraiannya, Basarah memberikan ilustrasi, "Mengapa ada begitu banyak produsen mobil yang tidak lagi diproduksi alias bangkrut, itu karena produsen tersebut tidak mampu membaca tanda-tanda zaman, tidak memahami sejarah masa lalunya dan ke depan serta gagal mengelola managemen perusahaannya. Mengelola negara juga demikian, setiap bangsa yang mengabaikan sejarah bangsanya sendiri dan tidak mampu menyiapkan masa depannya dengan baik akan berujung pada kehancuran,".

"Negara yang gagal mengelola dengan baik perbedaan masyarakatnya akan tercabik,-cabil dalam perang saudara dan banyak yang akhirnya tinggal nama dalam peta dunia", tegas Ahmad Basarah bersemangat.

Senada dengan Ahmad Basarah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mempertontonkan video singkat berisi gambar-gambar peperangan di negara Suriah, Irak, dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

"Film ini sengaja saya pertontonkan kepada kawan-kawan komunitas mobil antik agar menjadi pelajaran penting buat kita bersama bahwa Indonesia tidak boleh menjadi seperti bangsa Suriah, seperti Irak, seperti Libanon yang pecah perang saudara. Kita harus bersatu selamanya sebagai bangsa Indonesia. Untuk itulah empat pilar harus disosialisasikan dan ditanamkan serta diamalkan kepada dan oleh semua elemen bangsa," tandasnya.

Di bagian akhir, saat hendak memimpin pembacaan doa, motivatior Ary Ginanjar memuji Bambang Soesatyo yang dinilai cerdas cara membumikan Pancasila dengan melibatlan banyak komunitas masyarakat termasuk komunitas Penggemar Mobil Klasik.

"Saya melihat kecerdasan luar biasa dari seorang ketua MPR RI yang merangkul orang-orang yang biasa berada di jalanan, penggemar mobil biasa di jalanan, dan diajak masuk ke gedung MPR untuk dibekali nilai-nilai 4 Pilar MPR RI. Saya optimis Indonesia Emas dan Hebat akan tercapai di tahun 2045 jika sosialisasi dan pengamalan 4 Pilar dilaksanakan dengan cara-cara yang efektif dan bernas seperti ini,’" tandas Ary Ginanjar.***


wwwwww