Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
20 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
18 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
18 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
14 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
6
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
14 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Bantuan Rp120 Miliar Diserahkan untuk Pertanian NTB

Bantuan Rp120 Miliar Diserahkan untuk Pertanian NTB
Gambar: Tangkapan layar virtual.
Minggu, 23 Agustus 2020 20:10 WIB

JAKARTA – Pertanian adalah sektor yang tidak terkena resesi dari dampak pandemi Covid-19. Sektor ini menjadi sektor yang menjanjikan untuk menopang ekonomi Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan senilai Rp120 miliar untuk memperkuat pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB). Derah ini adalah salah satu dari lumbung pangan nasional yang ada. 

"Pertanian adalah sektor yang tidak membuat masyarakat miskin. Pertanian di NTB dalam track yang benar. Karena itu, saya siap menjadi bagian yang mengawal kemajuan pertanian NTB," katanya Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, saat penyerahan bantuan, Minggu (23/8/2020).

Sebagai bagian dari lumbung pangan nasional, NTB tak hanya unggul di tanaman Padi. Daerah ini juga memiliki komoditas unggulan lain yakni jagung, bawang putih, bawang merah dan sapi.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II 2020 ini, kata Syahrul, ada 2 sektor yang pertumbuhan PDB-nya positif atau berkontribusi terhadap PDB nasional, yaitu pertanian dan telekomunikasi. 

"Sektor pertanian paling tinggi kontribusinya yakni 16,24 persen, sementara telekomunikasi hanya 1,29 persen. Ini adalah bukti sektor pertanian tidak terkena dampak akibat tantangan apapun sehingga kita harus bersinergi memperkuatnya ke depan," kata Syahrul.

Mengutip Antara, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) tercatat sebesar 100,09 persen pada Juli 2020, sehingga naik 0,49 persen dibanding NTP Juni 99,6 persen, dan Mei 2020 hanya 99,47.

Begitu pun dengan ekspor, sektor pertanian mampu menyumbang 2,54 persen secara nasional senilai 0,35 miliar dolar AS. Pada saat sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian pada Juli 2020, justru meningkat 24,1 persen dibandingkan Juni, dan 11,17 persen dibandingkan Juli 2019.***



wwwwww