Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
12 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
19 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
5
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
DPR RI
11 jam yang lalu
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
6
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Politik
20 jam yang lalu
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Home  /  Berita  /  Politik

Ke Komunitas Mobil Klasik, MPR: Jaga Persatuan, Jangan Sampai NKRI Seperti Suriah dan Yaman

Ke Komunitas Mobil Klasik, MPR: Jaga Persatuan, Jangan Sampai NKRI Seperti Suriah dan Yaman
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bersama Wakil Ketua MPR Achmad Basarah saat memberikan keterangan Pers. (GoNews.co)
Minggu, 23 Agustus 2020 13:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dihadapan ratusan komunitas mobil klasik, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo kembali menyerukan agar menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut Bamsoet sapaan akrabnya, sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan menggandeng ratusan klub mobil klasik adalah bagian dari upaya MPR untuk mengingatkan semua elemen bangsa, agar tidak mudah terpecah belah dengan upaya adu domba.

"Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, adalah wujud dari upaya negara kita meneruskan cita-cita pendhulu kita menyatukan seluruh rakyat di tanah air," ujar Bamsoet di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020).

"Bisa dibayangkan, jika tidak ada 4 Pilar tersebut, negara kita yang terdiri dari ribuan sukum budaya dan adat, akan mudah di adu domba. Jangan sampai NKRI menjadi seperti Suriah, Yaman dan negara-negara yang hancur akibat perang saudara yang tidak berkesudahan," timpalnya.

Kedatangan para pecinta mobil antik ini menurut Bamsoet, merupakan salah satu wujud semangat kebangsaan yang terus tumbuh di berbagai elemen masyarakat.

"Cinta tanah air dan persatuan serta kesatuan bangsa perlu terus dipelihara oleh segenap warga negara, seperti yang dilakukan oleh para pecinta mobil klasik ini," kata Bamsoet.

Senada dengan Bamsoet, Wakil Ketua MPR RI, Achmad Basarah, juga mengingatkan hal yang sama. "Seperti yang dikatakan pak Ketua MPR tadi, bangsa kita ini lahir dari semangat persatuan dan kesatuan yang ditandai dengan adanya Sumpah Pemuda. Kita sudah bersumpah satu naha air, satu tumpah darah dan satu bahasa yakni Indonesia," urainya.

Untuk itu kata Basarah, semua elemen termasuk komunitas mobil klasik di Indonesia, harus berkomitmen mempertahankan persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita.

"Ingat, negara kita dijajah 5 negara, Inggris, Spanyol, Jepang, Portugis dan Belanda. Dulu, Belanda menggunakan cara-cara licik mengadu domba para raja, mengadu domba para pengusaha dan mengadu domba rakyat dengan tujuan mengambil alih kekuasaan. Ini jangan sampai terulang, mari sama-sama menolak aksi-aksi adu domba," ajaknya.

Selain mendengarkan paparan empat pilar kebangsaan yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, komunitas klub mobil klasik yang tergabung dalam Automobile Pride and Nasionalisme ini menggelar deklarasi kebangsaan 75 tahun Indonesia merdeka.***


wwwwww