Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
6 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
3
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
6 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
6
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
11 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Lolos Verifikasi, Pasangan Tukang Jahit dan Ketua RW Siap Tantang Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Lolos Verifikasi, Pasangan Tukang Jahit dan Ketua RW Siap Tantang Gibran-Teguh di Pilkada Solo
Rabu, 26 Agustus 2020 23:42 WIB

SOLO - Pasangan calon independen Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo.

Dengan demikian, pasangan calon yang berprofesi sebagai tukang jahit dan Ketua RW itu bisa mendaftarkan diri untuk maju dalam Pilkada Solo 2020.

Lolosnya pasangan tersebut sekaligus menjadikannya penantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung oleh PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PSI dan Golkar.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan keputusan lolosnya pasangan Bajo ditentukan dalam rapat pleno 'Rekapitulasi Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2020 Masa Perbaikan'.

"Pasangan (Bajo) tersebut dapat mendaftarkan diri untuk maju Pilwalkot Solo pada tanggal 4-6 September 2020," kata Nurul di Solo.

Nurul menjelaskan, keduanya dinyatakan lolos karena mendapat dukungan lebih dari 8,5 persen atau 35.870 suara, sebagaimana syarat sah mengikuti Pilkada Solo. "Jumlah dukungan tahap pertama dan dukungan perbaikan untukpasangan Bjo sudah memenuhi syarat, totalnya ada 38.831 dukungan," kata Nurul.

Selain itu, Nurul mengatakan, pasangan Bajo juga telah memenuhi syarat sebaran suara warga Solo, karena berhasil menggalang dukungan di lima kecamatan.

Sementara itu, Bagyo Wahyono mengaku perjuangannya untuk bisa lolos verifikasi faktual tidak begitu mulus dan butuh perjuangan ekstra.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi turut mengawal proses pencalonannya sebagai calon wali kota Solo dari jalur independen.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang jahit itu berharap Kota Solo mencetak sejarah baru dengan memunculkan pemenang dari pasangan independen pertama.

"Saya minta koalisi rakyat untuk mengawal, karena ini independen. Ini betul-betul mencetak sejarah baru bagi tikus pithi hanata baris di Indonesia," kata Bagyo.

Lebih lanjut, Bagyo belum memasang target perolehan suara dalam Pilkada Solo. Ia menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada masyarakat Solo.

"Itu tergantung pada masyarakat. Kalau masyarakat percaya pada independen dan mau mengawal sampai menang ya ini adalah kemenangan rakyat," tutur Bagyo.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto, mengatakan pasangan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo maju Pilkada Solo 2020 diusung oleh Yayasan Tikus Pithi.

Meski keduanya merupakan sosok sederhana dan tidak punya banyak uang, tapi bukan berarti tak layak untuk maju dalam Pilkada Solo. Karena itu, pihaknya tak ingin muluk-muluk. "Kami tidak perlu muluk-muluk untuk mengusung pasangan cawali dan cawawali dari jalur independen," kata Robert Hananto, Rabu (22/7).

Dia menjelaskan, majunya Bagyo Wahyono dan FX Supardjo di Pilkada Solo menunjukkan bahwa pencalonan keduanya dilakukan tanpa mahar politik.

"Kami mengusung Bagyo dan FX Suparjo karena kita ingin mengusung dari masyarakat biasa. Dengan ini ingin membuktikan tukang jahit dan ketua RW bisa maju di Pilwakot Solo tanpa ada mahar politik," kata Robert.

Robert menjelaskan, pihaknya mengumpulkan banyak dukungan dari masyarakat berupa e-KTP sejak setahun yang lalu. "Kami mulai mengumpulkan e-KTP sebagai syarat dukungan sejak setahun lalu. Saya optimistis akan lolos di KPU dan memenangkan kontestasi politik Pilwakot Solo," tutur dia.

Robert menegaskan, jika Bajo lolos, maka sejarah baru di Pilwalkot Solo akan terukir. Sebab, selama ini belum ada calon independen bertarung melawan calon yang diusung dari partai politik besar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas TV
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Jawa Tengah

wwwwww