Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  MPR RI

Wacana Pendirian Majelis Syuro Dunia Menuai Dukungan

Wacana Pendirian Majelis Syuro Dunia Menuai Dukungan
Sabtu, 29 Agustus 2020 19:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wacana pendirian Majelis Syuro Dunia yang diinisiasi MPR mendapat apresiasi serta dukungan dari kalangan akademisi dan cendekianawan.

Dukungan tersebut muncul dari semua pembicara Seminar Nasional Pembentukan Lembaga Internasional Majelis Syuro Dunia.  Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara IV Komplek MPR/DPR RI, Sabtu (29/8/2020).

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut menilai terbentuknya Majelis Syuro Dunia akan membantu Indonesia meningkatkan bobot peran Indonesia di mata dunia Internasional.

Karena jumlah penduduk muslim Indonesia yang sangat banyak memiliki nilai tersendiri. Yaitu, membuat Indonesia lebih  disegani negara lain. Sayangnya, kelebihan tersebut kata Azyumardi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kehadiran Majelis Syuro Dunia,  kata Azyumardi akan Memperkuat silaturrahim, diantara negara anggota. Selain itu Majelis Syuro Dunia juga akan Mengembangkan hubungan harmonis dan damai diantara anggota. Juga memperkuat kerjasama hukum tata negara, terutama di bidang legislasi, yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kerjasama ini membuka kesempatan  pengembangan anggota parlemen. Di Eropa, sudah ada kebiasaan salah satu anggotanya belajar tentang legislasi dan hukum tata negara di negara tujuan dalam tempo tertentu. Kebiasaan ini belum banyak terdengar di Indonesia, dan itu bisa dilakukan dengan berdirinya Majelis Syuro Dunia," kata Azyumardi menambahkan.

Agar berjalan efektif Azyumardi berpesan agar Majelis Syuro Dunia mengantisipasi beberapa persoalan yang mungkin timbul.  Seperti, kontestasi pengaruh otoritas, rivalitas kepemimpinan menjadi orang kuat, besar kecil kontribusi pendanaan, rasisme keagamaan, sektarianisme aliran dan Mazhab. Serta belenggu hubungan sejarah konflik.

Pendapat serupa disampaikan Dr. M. Luthfi Zuhdi, MA Akademisi, Mantan Ketua Program Kajian Timur Tengah di Universitas Indonesia. Menurut Luthfi, hadirnya Majelis Syuro Dunia akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Lembaga kerjasama antar perlemen yang sudah ada selama ini.

Apalagi, potensi yang dimiliki Majelis Syuro Dunia sesungguhnya sangat besar. Pasalnya, jumlah Umat Islam dunia, sesuai data tahun 2010 mencapai 2,2 milyar penduduk dari sekitar 6 milyar jumlah penduduk dunia.

Jika potensi umat Islam yang sangat besar, itu bisa diwujudkan menurut Luthfi niscaya pengaruh yang ditimbulkannya pun bisa sangat besar. Dan itu bisa berpotensi memberi sumbangsih yang besar pula pada kehidupan manusia di muka bumi.

Namun, Luthfi juga mengingatkan sejumlah persoalan yang mungkin akan ditemui   Majelis Syuro Dunia dalam perkembangannya.

"Indonesia sudah berperan aktif dalam OKI.  Sayangnya, terkait sengketa di Timur Tengah, Indonesia tidak bisa berperan secara maksimal. Ini perlu dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Agar Majelis Syuro Dunia nantinya bisa lebih bermanfaat dari lembaga-lembaga dunia yang sudah ada saat ini," kata Luthfi lagi.***

wwwwww