Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Nasional

Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Akan jadi Basis Militer Negara Asing

Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Akan jadi Basis Militer Negara Asing
(Foto: Tangkapan layar)
Jum'at, 04 September 2020 15:45 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi menegaskan, wilayah Indonesia tidak akan dijadikan basis militer negara luar, termasuk China.

"Secara tegas saya ingin menekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," kata Retno dalam keterangan pers virtual, Jumat (4/9/2020).

Pernyataan resmi Pemerintah RI ini, menyusul mengemukannya laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang berjudul 'Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2020'. Indonesia, dinyatakan sebagai salah satu negara yang dilirik China sebagai lokasi untuk fasilitas logistik militer China di Asia Pasifik.

Terkait hal ini, Kementerian Pertahanan China dalam lansiran AFP menegaskan, laporan itu sama sekali salah tafsir serta mencemarkan nama baik militer China.

Pemerintah China mengatakan laporan tersebut adalah contoh terbaru dari ketakutan AS untuk membenarkan anggaran militernya sendiri sebagai yang tertinggi di dunia.

Pada Kamis (3/9/2020), Legislator Komisi bidang Intelijen Negara DPR RI, TB Hasanuddin juga bicara terkait hal ini. Ia menegaskan, "Pendirian pangkalan militer negara asing dengan negara lain hanya mungkin dilakukan dengan kerjasama aliansi pertahanan penuh,".

"Meski demikian, sistem aliansi pertahanan tersebut tidak dimungkinkan dalam konteks politik luar negeri bebas aktif kita," kata Tb. Hasanuddin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Metropolitan, Nasional, Basket, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww