Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
20 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
5
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
15 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
6
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Peristiwa
15 jam yang lalu
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Home  /  Berita  /  Nasional

Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Akan jadi Basis Militer Negara Asing

Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Akan jadi Basis Militer Negara Asing
(Foto: Tangkapan layar)
Jum'at, 04 September 2020 15:45 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi menegaskan, wilayah Indonesia tidak akan dijadikan basis militer negara luar, termasuk China.

"Secara tegas saya ingin menekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," kata Retno dalam keterangan pers virtual, Jumat (4/9/2020).

Pernyataan resmi Pemerintah RI ini, menyusul mengemukannya laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang berjudul 'Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2020'. Indonesia, dinyatakan sebagai salah satu negara yang dilirik China sebagai lokasi untuk fasilitas logistik militer China di Asia Pasifik.

Terkait hal ini, Kementerian Pertahanan China dalam lansiran AFP menegaskan, laporan itu sama sekali salah tafsir serta mencemarkan nama baik militer China.

Pemerintah China mengatakan laporan tersebut adalah contoh terbaru dari ketakutan AS untuk membenarkan anggaran militernya sendiri sebagai yang tertinggi di dunia.

Pada Kamis (3/9/2020), Legislator Komisi bidang Intelijen Negara DPR RI, TB Hasanuddin juga bicara terkait hal ini. Ia menegaskan, "Pendirian pangkalan militer negara asing dengan negara lain hanya mungkin dilakukan dengan kerjasama aliansi pertahanan penuh,".

"Meski demikian, sistem aliansi pertahanan tersebut tidak dimungkinkan dalam konteks politik luar negeri bebas aktif kita," kata Tb. Hasanuddin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Politik, Nasional, Internasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww