Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
6
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
5 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bossman Minta Jangan Dipilih sebagai Presiden

Bossman Minta Jangan Dipilih sebagai Presiden
Mardigu Wowiek Prasantyo, pemilik nama panggung 'Bossman'. (Foto: Ist.)
Minggu, 06 September 2020 15:28 WIB

JAKARTA – Pebisnis yang juga Analis Politik, Mardigu Wowiek Prasantyo, meminta agar dirinya tak dipilih sebagai Presiden RI kelak. Menurut dia, sikap dan pola kerjanya bisa bikin para mantan pejabat jadi 'ambyar'. 

Hal itu Ia kemukakan ketika mengkritisi soal Hutang Negara dan Bantuan Presiden (Banpres). Ia menilai, sebutan untuk keduanya tak tepat.

Baca Juga: Bossman Ungkap Pebisnis Vaksin di Pandemi Covid19

Baca Juga: Dubes China untuk Israel Meninggal Dunia

"Dalam berita terakhir tentang peningkatan ekonomi dan masalah Covid, Banpres sudah mencapai angka Rp13 triliun. Kalimat dalam head line media ini cukup mencetarkan otak nakal saya. Pertanyaan sederhana muncul, kenapa kalau bantuan disebut 'Bantuan Presiden' sementara kalau hutang dikatakan 'Hutang Negara'?" kata Mardigu dikutip dari unggahan di akun media sosialnya, Minggu (6/8/2020).

"Kenapa ngak dibalik? Bantuan Negara pada saat memberikan stimulus, dan Hutang Presiden pada saat pemerintah memilih meminjam pada lembaga donor. Sehingga ketika sudah tidak menjabat, Dia (Presiden, red) masih harus tanggung tanggungjawab atas hutang yang dibuatnya," ujar pria yang akrab disapa Bossman ini.

Baca Juga: Pengamat Sebut ada 5 Jutaan Orang di Dalam Negeri yang Anti Pancasila di antaranya Disebut Ustad

Baca Juga: Kekuatan Ekonomi dengan Industri Baru dalam Implementasi 'The Next Normal'

Penggunaan sebutan yang menurutnya tepat itu, Ia anggap sebagai contoh dari keberanian dalam mengelola negara. "Saya," kata Bossman, "berani mengatakan (menggunakan sebutan, red) 'Hutang Presiden' dan 'Bantuan Negara'".

"Garansi! Kalau ada hutang yang saya ambil sebagai pemimpin maka selesai masa tugas jabatan, saya lunasi. Pasti!!!” kata Bossman Mardigu.

Bossman menyakini, banyak orang tidak punya nyali untuk bersikap seperti itu. Lalu kata dia, "jangan pilih Mardigu jadi presiden! Ambyar mantan pejabat semua,".

Alih-alih dipilih sebagai Presiden, Bossman merasa dirinya malah menjadi target dari beberapa pendengung (Buzzer) sekarang. Para buzzer yang Ia sebut Buzzerp itu, konon sudah membuat landing page, channel youtube, dan Blog, khusus untuk menyerang dirinya.

"Anggaran influencer dan Buzzerp naik drastis khusus untuk menyerang Bossman. Huiiih, untuk membungkam Bossman Sontoloyo, negara mengelurakan budget loh. Kereeennn. ltu baru namanya kompetisi," ujar Mardigu.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Metropolitan, PON
wwwwww