Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
19 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
17 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
17 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
14 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
6
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
13 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Home  /  Berita  /  Politik

Bossman Minta Jangan Dipilih sebagai Presiden

Bossman Minta Jangan Dipilih sebagai Presiden
Mardigu Wowiek Prasantyo, pemilik nama panggung 'Bossman'. (Foto: Ist.)
Minggu, 06 September 2020 15:28 WIB

JAKARTA – Pebisnis yang juga Analis Politik, Mardigu Wowiek Prasantyo, meminta agar dirinya tak dipilih sebagai Presiden RI kelak. Menurut dia, sikap dan pola kerjanya bisa bikin para mantan pejabat jadi 'ambyar'. 

Hal itu Ia kemukakan ketika mengkritisi soal Hutang Negara dan Bantuan Presiden (Banpres). Ia menilai, sebutan untuk keduanya tak tepat.

Baca Juga: Bossman Ungkap Pebisnis Vaksin di Pandemi Covid19

Baca Juga: Dubes China untuk Israel Meninggal Dunia

"Dalam berita terakhir tentang peningkatan ekonomi dan masalah Covid, Banpres sudah mencapai angka Rp13 triliun. Kalimat dalam head line media ini cukup mencetarkan otak nakal saya. Pertanyaan sederhana muncul, kenapa kalau bantuan disebut 'Bantuan Presiden' sementara kalau hutang dikatakan 'Hutang Negara'?" kata Mardigu dikutip dari unggahan di akun media sosialnya, Minggu (6/8/2020).

"Kenapa ngak dibalik? Bantuan Negara pada saat memberikan stimulus, dan Hutang Presiden pada saat pemerintah memilih meminjam pada lembaga donor. Sehingga ketika sudah tidak menjabat, Dia (Presiden, red) masih harus tanggung tanggungjawab atas hutang yang dibuatnya," ujar pria yang akrab disapa Bossman ini.

Baca Juga: Pengamat Sebut ada 5 Jutaan Orang di Dalam Negeri yang Anti Pancasila di antaranya Disebut Ustad

Baca Juga: Kekuatan Ekonomi dengan Industri Baru dalam Implementasi 'The Next Normal'

Penggunaan sebutan yang menurutnya tepat itu, Ia anggap sebagai contoh dari keberanian dalam mengelola negara. "Saya," kata Bossman, "berani mengatakan (menggunakan sebutan, red) 'Hutang Presiden' dan 'Bantuan Negara'".

"Garansi! Kalau ada hutang yang saya ambil sebagai pemimpin maka selesai masa tugas jabatan, saya lunasi. Pasti!!!” kata Bossman Mardigu.

Bossman menyakini, banyak orang tidak punya nyali untuk bersikap seperti itu. Lalu kata dia, "jangan pilih Mardigu jadi presiden! Ambyar mantan pejabat semua,".

Alih-alih dipilih sebagai Presiden, Bossman merasa dirinya malah menjadi target dari beberapa pendengung (Buzzer) sekarang. Para buzzer yang Ia sebut Buzzerp itu, konon sudah membuat landing page, channel youtube, dan Blog, khusus untuk menyerang dirinya.

"Anggaran influencer dan Buzzerp naik drastis khusus untuk menyerang Bossman. Huiiih, untuk membungkam Bossman Sontoloyo, negara mengelurakan budget loh. Kereeennn. ltu baru namanya kompetisi," ujar Mardigu.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Politik, Umum

wwwwww