Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
Pendidikan
24 jam yang lalu
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
2
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
Sepakbola
24 jam yang lalu
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
3
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
Sepakbola
24 jam yang lalu
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
4
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
Pendidikan
17 jam yang lalu
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
5
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
Umum
15 jam yang lalu
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
6
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
Peristiwa
14 jam yang lalu
Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
Home  /  Berita  /  DPR RI

HAORNAS 2020, Hetifah Dorong Pembudayaan Olahraga Lawan Pandemi

HAORNAS 2020, Hetifah Dorong Pembudayaan Olahraga Lawan Pandemi
Logo HAORNAS 2020. (Gambar: Ist.)
Rabu, 09 September 2020 21:15 WIB

JAKARTA – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian, mengingatkan betapa pentingnya pembudayaan olahraga pada masyarakat, terlebih situasi bangsa tengah berada dalam epidemi virus Covid-19 yang tak kunjung usai.

"Olahraga adalah salah satu faktor kunci yang menopang kesehatan masyarakat Indonesia. Olahraga membantu meningkatkan imunitas yang sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan Covid-19," kata Hetifah kepada wartawan Parlemen dalam sebuah pernyataan tertulis.

Hal tersebut disampaikan Hetifah, tepat di momentum Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2020, Rabu (9/9/2020). Data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menyebut hanya 31% masyarakat Indonesia di tahun 2019 yang berolahraga, patut menjadi PR peningkatan sosialisasi bersama.

"Semestinya partisipasi olahraga masyarakat Indonesia lebih tinggi, dengan banyaknya penduduk kita yang berusia produktif," kata Hetifah.

Pandangan bahwa olahraga harus dilakukan dengan serius atau bahkan hingga mencetak prestasi, menurut Hetifah, tak perlu diluruskan; olahraga sebagai latihan profesi keatletan atau olahraga sebagai upaya individu untuk menjaga kesehatannya.

Masyarakat, menurut Hetifah, perlu didorong pada persepsi bahwa olahraga bisa menjadi kegiatan menyenangkan yang dimulai dan dibiasakan sejak dini hingga lanjut usia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww