Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Basket

Tegas! Tak ada Resolusi AIPA tanpa Konsensus atas Usulan Indonesia

Tegas! Tak ada Resolusi AIPA tanpa Konsensus atas Usulan Indonesia
Rabu, 09 September 2020 18:02 WIB

JAKARTA - Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Fadli Zon bersikukuh bahwa apabila Komisi Politik tidak dapat mencapai konsensus atas usulan Indonesia, maka Sidang Komisi Politik pada AIPA General Assembly tahun 2020, tidak bisa menghasilkan resolusi apapun.

Demikian dikutip dari pernyataan resmi BKSAP DPR RI yang diterima Rabu (9/9/2020). Rilis tersebut mengabarkan bahwa sidang Komisi Politik di General Asembly AIPA ke 41 telah diselenggarakan secara daring pada Rabu. 

Dalam sidang tersebut, delegasi Indonesia memperjuangkan resolusi mengenai Bantuan Kemanusiaan bagi Pengungsi Rohingya di Rakhine. Tapi perjuangan tersebut belum berjalan mulus.

"Saya menyesalkan pendirian Parlemen Myanmar yang menolak usulan DPR RI tentang perlunya penguatan dari parlemen atas kesepakatan di antara pemerintah negara ASEAN, terkait dukungan bagi Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan, menjamin proses repatriasi yang aman dan bermartabat bagi para pengungsi Rohingya di Rakhine. Terlebih, ketika masalah di Rakhine tersebut telah menciptakan efek spill over di kawasan," kata Fadli yang memimpin delegasi Indonesia.

Efek spill over yang dimaksud mengarah kepada manusia perahu dari Rakhine yang menjadi perhatian tidak hanya Indonesia, tetapi juga sebenarnya negara lain di kawasan, terutama pada masa pandemi saat ini.

Dalam sidang yang juga dihadiri oleh Putu Supadma Rudana yang merupakan Wakil Ketua BKSAP DPR RI, dan Didi Irawady Samsudin dari Fraksi Demokrat sebagai anggota delegasi, diperjuangkan juga resolusi mengenai pentingnya stabilitas kawasan di masa pandemi khususnya dalam konteks isu Laut Tiongkok Selatan.

Fadi Zon menegaskan, stabilitas di kawasan menjadi penting guna memperkuat kerjasama antar negara ASEAN dalam mengurangi penyebaran COVID-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Basket, Metropolitan
wwwwww