Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
6 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
12 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
6
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Home  /  Berita  /  Internasional

Tegas! Tak ada Resolusi AIPA tanpa Konsensus atas Usulan Indonesia

Tegas! Tak ada Resolusi AIPA tanpa Konsensus atas Usulan Indonesia
Rabu, 09 September 2020 18:02 WIB

JAKARTA - Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Fadli Zon bersikukuh bahwa apabila Komisi Politik tidak dapat mencapai konsensus atas usulan Indonesia, maka Sidang Komisi Politik pada AIPA General Assembly tahun 2020, tidak bisa menghasilkan resolusi apapun.

Demikian dikutip dari pernyataan resmi BKSAP DPR RI yang diterima Rabu (9/9/2020). Rilis tersebut mengabarkan bahwa sidang Komisi Politik di General Asembly AIPA ke 41 telah diselenggarakan secara daring pada Rabu. 

Dalam sidang tersebut, delegasi Indonesia memperjuangkan resolusi mengenai Bantuan Kemanusiaan bagi Pengungsi Rohingya di Rakhine. Tapi perjuangan tersebut belum berjalan mulus.

"Saya menyesalkan pendirian Parlemen Myanmar yang menolak usulan DPR RI tentang perlunya penguatan dari parlemen atas kesepakatan di antara pemerintah negara ASEAN, terkait dukungan bagi Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan, menjamin proses repatriasi yang aman dan bermartabat bagi para pengungsi Rohingya di Rakhine. Terlebih, ketika masalah di Rakhine tersebut telah menciptakan efek spill over di kawasan," kata Fadli yang memimpin delegasi Indonesia.

Efek spill over yang dimaksud mengarah kepada manusia perahu dari Rakhine yang menjadi perhatian tidak hanya Indonesia, tetapi juga sebenarnya negara lain di kawasan, terutama pada masa pandemi saat ini.

Dalam sidang yang juga dihadiri oleh Putu Supadma Rudana yang merupakan Wakil Ketua BKSAP DPR RI, dan Didi Irawady Samsudin dari Fraksi Demokrat sebagai anggota delegasi, diperjuangkan juga resolusi mengenai pentingnya stabilitas kawasan di masa pandemi khususnya dalam konteks isu Laut Tiongkok Selatan.

Fadi Zon menegaskan, stabilitas di kawasan menjadi penting guna memperkuat kerjasama antar negara ASEAN dalam mengurangi penyebaran COVID-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Internasional, Politik

wwwwww