Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  MPR RI

Indonesia 'Diboikot' 59 Negara, HNW: Saatnya Presiden Jokowi Turun Gunung

Indonesia Diboikot 59 Negara, HNW: Saatnya Presiden Jokowi Turun Gunung
Foto: Ist.
Kamis, 10 September 2020 21:02 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid, mendesak agar Presiden Jokowi tampil terdepan, ambil tanggungjawab memimpin penanggulangan pandemi Covid-19.

Permintaan Hidayat, menyusul 'diboikotnya' kedatangan warga negara Indonesia (WNI) oleh 59 negara di dunia, dan 11 negara mengimbau warganya agar tak masuk ke Indonesia, lantaran masih tingginya angka sebaran Covid-19.

"Betul bahwa karena covid-19, Indonesia pun memberlakukan hal sejenis kepada beberapa negara asing, tetapi jumlah negara yang me-lockdown Indonesia itu terlalu banyak, yang menggambarkan meluasnya ketidakpercayaan masyarakat Internasional terhadap penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah Indonesia," ujarnya kepada Wartawan Parlemen, Kamis (10/9/2020).

Tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia yang berujung ‘pemboikotan’ itu kata Hidayat, harus menjadi koreksi bagi pemerintah Indonesia. Penanganan Covid19, kata HNW, juga terkait dengan marwah dan harga diri bangsa dan negara. "Selain memang sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban melindungi seluruh WNI,". 

Jika Presiden 'turun gunung', Hidayat meyakini, penganagan pandemi Covid-19 bisa lebih efektif karena harmonisasi pusat dan daerah menjadi lebih baik sehingga silang sengketa pelaksanaan kebijakan bisa diminimlisir.

"Dengan itu kepercayaan Internasional kepada Indonesia bisa segera pulih kembali. Pemerintah harus betul-betul menjadi teladan dalam mengimplementasikan protokol Covid-19 agar rakyat percaya dan bisa diajak berkontribusi atasi Covid-19," kata Hidayat.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional
wwwwww