Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
5 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
3
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
4
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
6 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Digelar Virtual, SKB CPNS Setjen DPR Diupayakan Transparan
DPR RI
21 jam yang lalu
Digelar Virtual, SKB CPNS Setjen DPR Diupayakan Transparan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Indonesia 'Diboikot' 59 Negara, HNW: Saatnya Presiden Jokowi Turun Gunung

Indonesia Diboikot 59 Negara, HNW: Saatnya Presiden Jokowi Turun Gunung
Foto: Ist.
Kamis, 10 September 2020 21:02 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid, mendesak agar Presiden Jokowi tampil terdepan, ambil tanggungjawab memimpin penanggulangan pandemi Covid-19.

Permintaan Hidayat, menyusul 'diboikotnya' kedatangan warga negara Indonesia (WNI) oleh 59 negara di dunia, dan 11 negara mengimbau warganya agar tak masuk ke Indonesia, lantaran masih tingginya angka sebaran Covid-19.

"Betul bahwa karena covid-19, Indonesia pun memberlakukan hal sejenis kepada beberapa negara asing, tetapi jumlah negara yang me-lockdown Indonesia itu terlalu banyak, yang menggambarkan meluasnya ketidakpercayaan masyarakat Internasional terhadap penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah Indonesia," ujarnya kepada Wartawan Parlemen, Kamis (10/9/2020).

Tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia yang berujung ‘pemboikotan’ itu kata Hidayat, harus menjadi koreksi bagi pemerintah Indonesia. Penanganan Covid19, kata HNW, juga terkait dengan marwah dan harga diri bangsa dan negara. "Selain memang sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban melindungi seluruh WNI,". 

Jika Presiden 'turun gunung', Hidayat meyakini, penganagan pandemi Covid-19 bisa lebih efektif karena harmonisasi pusat dan daerah menjadi lebih baik sehingga silang sengketa pelaksanaan kebijakan bisa diminimlisir.

"Dengan itu kepercayaan Internasional kepada Indonesia bisa segera pulih kembali. Pemerintah harus betul-betul menjadi teladan dalam mengimplementasikan protokol Covid-19 agar rakyat percaya dan bisa diajak berkontribusi atasi Covid-19," kata Hidayat.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, MPR RI, Nasional

wwwwww