Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Breaking News: Seorang Ustad Ditusuk Saat Ceramah Maulid di Aceh Tenggara
Peristiwa
16 jam yang lalu
Breaking News: Seorang Ustad Ditusuk Saat Ceramah Maulid di Aceh Tenggara
2
Peringatan Sumpah Pemuda 2020, HMI Serukan Perlawanan
Nasional
24 jam yang lalu
Peringatan Sumpah Pemuda 2020, HMI Serukan Perlawanan
3
Penusuk Ustaz Zaid saat Ceramah Maulid di Aceh Ditangkap
Hukum
15 jam yang lalu
Penusuk Ustaz Zaid saat Ceramah Maulid di Aceh Ditangkap
4
Ikuti Presiden Turki, Sejumlah Swalayan di Aceh Mulai Boikot Produk Prancis
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ikuti Presiden Turki, Sejumlah Swalayan di Aceh Mulai Boikot Produk Prancis
5
Video Pembakar Halte Transjakarta Viral, Polisi Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru
Hukum
21 jam yang lalu
Video Pembakar Halte Transjakarta Viral, Polisi Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru
6
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
Kesehatan
4 jam yang lalu
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
Home  /  Berita  /  DPR RI

Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati

Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Istimewa)
Sabtu, 19 September 2020 14:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dilakukan transparan dan cermat. Dia menjamin pembahasan RUU tersebut dilakukan dengan menyerap aspirasi masyarakat.

"DPR membahas RUU Cipta Kerja secara hati-hati, transparan, terbuka, dengan mengutamakan kesinambungan pelaksanaan dari hasil ruu cipta kerja sehingga punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara," kata Puan, Jumat (18/9/2020).

Politisi kelahiran DKI Jakarta itu menyampaikan, agenda pembahasan RUU Cipta Kerja dapat diketahui di laman resmi DPR RI. Dia membuka ruang bagi masayarakat yang ingin menyaksikan jalannya pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja melalui live streaming.

"Apakah ini selesai (di masa sidang ini) atau tidak? Apakah akan segera diselesaikan? Saya minta DPR tetap membahasnya secara hati-hati dan transparan," ungkapnya.

"Pembahasan dilakukan terbuka, bisa dilihat di TV Parlemen, akan ada tim yang merumuskan secara baik dan benar, transparan, dan punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara," tegas Puan.

Saat menyampaikan pidato pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 

Jumat (14/8/2020), Puan mengatakan target menyelesaikan RUU Cipta Kerja bertujuan untuk menghasilkan undang-undang yang memiliki legitimasi kuat demi menjaga kepentingan negara. 

Adapun dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan akan rapat bersama dengan mitra kerja maupun panitia kerja untuk menjalankan prinsip pengawasan dan keseimbangan pada pemerintahan.***

wwwwww