Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Nasional

Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting

Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Febri Diansyah. (tempo.co)
Jum'at, 25 September 2020 09:32 WIB

JAKARTA - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dikabarkan mengajukan surat pengunduran diri ke Sekretaris Jenderal KPK pada 18 September 2020.

Dikutip dari inilah.com, kabar tersebut dibenarkan oleh Febri. Ditegaskan Febri, dia mengajukan pengunduran diri dari KPK setelah memaknai ucapan temannya, bahwa merawat keyakinan dan prinsip lebih penting dibanding kekuasaan dan penghasilan.

''Sebelum akhirnya saya memutuskan ini, seorang teman bilang: Feb, jabatan, kekuasaan bahkan penghasilan ini semua tidak sebegitu pentingnya dibanding merawat keyakinan dan prinsipmu. Dan kemudian saya bilang: Ya, dalam segala kecintaan pada KPK, Saya Pamit,'' tulis Febri di akun Twitter @febridiansyah, dikutip Jumat (25/9/2020)

Febri mengaatakan, kondisi KPK sudah berubah. Untuk itu KPK harus dijaga lebih kuat dari dalam maupun luar.

''Dengan jujur Saya smpaikan, kondisi KPK mmg telah berubah. Tp saya ttp menghormati pilihan tmn2 yg bertahan ataupun selesai duluan. Dan krn itu, menurut Saya, KPK harus dijaga dg lebih kuat. Dari dalam ataupun luar,'' tulis dia.

Sebelumnya Febri adalah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW). Kemudian, ia menjabat sebagai Juru Bicara KPK sejak 6 Desember 2016.

Pada 26 Desember 2019, tidak lama setelah Firli Bahuri dilantik sebagai Ketua KPK, Febri menyatakan tugasnya sebagai Juru Bicara KPK telah selesai dan memilih untuk fokus menjadi Kepala Biro Humas KPK.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:PON, Nasional
wwwwww