Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
10 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Sepakbola
8 jam yang lalu
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Home  /  Berita  /  SEA Games

Pengakuan Pelayan Kesehatan Rawat Santri Pasien Isolasi Covid-19

Pengakuan Pelayan Kesehatan Rawat Santri Pasien Isolasi Covid-19
Foto: Ist.
Selasa, 06 Oktober 2020 08:10 WIB
TASIKMALAYA - Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tasikmalaya, Titie Purwaningsari, mengungkapkan perbedaan merawat pasien isolasi Covid-19 di Rumah Sakit dengan pasien isolasi di Rusunawa Unsil, Tamansari.

Suasana perawatan di Rusunawa saat ini, dirasa lebih menenangkan lantaran nuansa agama kuat dari para pasien yang merupakan santri.

"Suara murotal tak pernah berhenti menggema di dalam Rusunawa. Dan mereka tetap mengaji dengan bimbingan gurunya lewat HP. Malah justru kali ini kita merawat anak-anak pesantren suasananya lebih tenang dan damai. Itu yang dirasakan teman-teman di sini dibanding dengan yang dirawat di rumah sakit," kata Titie dikutip dari radartasikmalaya.com, Selasa (6/10/2020).

Para santri, diungkapkan Titie, juga selalu shalat berjamaah dengan tetap menerapkan prinsip jaga jarak (lebih kurang 2 meter). Lalu, setiap usai shlat Magrib dan Subuh itu ada tausiah serta ceramah.

"Yang terdengar biasanya dalam tausiah itu tentang menguatkan semangat mereka dan dikaitkan dengan kondisinya bahwa ini cobaan yang bisa dilewati," tutur Titie.

Titie mengungkapkan, seluruh pasien isolasi di Rusunawa Unsil merupakan klaster pesantren. Mereka adalah santri-santri yang positif terkonfirmasi asimptomatik atau diisolasi dengan fokus tujuan safe limited, sehingga tak ada konsumsi obat. Pemerintah, hanya membantu makanan saja.

"Kalau yang simptomatik itu ada obat untuk perawatannya," tambahnya.

Per Senin, kemarin, ada sebanyak 72 orang pasien isolasi di Rusunawa Unsil. Penelitian terakhir mengungkapkan, bahwa dalam 10 hari kadar virus di tubuh mereka turun dan sudah tak menular lagi.

"Tapi kita tetap antisipasi dulu dengan hasil swab dalam waktu dekat ini. Mereka sudah diswab 2 kali sebelumnya," kata Titie.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:SEA Games, Badminton, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww