Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
18 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
3
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
18 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
4
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
5
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
20 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
6
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
19 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Pengakuan Pelayan Kesehatan Rawat Santri Pasien Isolasi Covid-19

Pengakuan Pelayan Kesehatan Rawat Santri Pasien Isolasi Covid-19
Foto: Ist.
Selasa, 06 Oktober 2020 08:10 WIB
TASIKMALAYA - Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tasikmalaya, Titie Purwaningsari, mengungkapkan perbedaan merawat pasien isolasi Covid-19 di Rumah Sakit dengan pasien isolasi di Rusunawa Unsil, Tamansari.

Suasana perawatan di Rusunawa saat ini, dirasa lebih menenangkan lantaran nuansa agama kuat dari para pasien yang merupakan santri.

"Suara murotal tak pernah berhenti menggema di dalam Rusunawa. Dan mereka tetap mengaji dengan bimbingan gurunya lewat HP. Malah justru kali ini kita merawat anak-anak pesantren suasananya lebih tenang dan damai. Itu yang dirasakan teman-teman di sini dibanding dengan yang dirawat di rumah sakit," kata Titie dikutip dari radartasikmalaya.com, Selasa (6/10/2020).

Para santri, diungkapkan Titie, juga selalu shalat berjamaah dengan tetap menerapkan prinsip jaga jarak (lebih kurang 2 meter). Lalu, setiap usai shlat Magrib dan Subuh itu ada tausiah serta ceramah.

"Yang terdengar biasanya dalam tausiah itu tentang menguatkan semangat mereka dan dikaitkan dengan kondisinya bahwa ini cobaan yang bisa dilewati," tutur Titie.

Titie mengungkapkan, seluruh pasien isolasi di Rusunawa Unsil merupakan klaster pesantren. Mereka adalah santri-santri yang positif terkonfirmasi asimptomatik atau diisolasi dengan fokus tujuan safe limited, sehingga tak ada konsumsi obat. Pemerintah, hanya membantu makanan saja.

"Kalau yang simptomatik itu ada obat untuk perawatannya," tambahnya.

Per Senin, kemarin, ada sebanyak 72 orang pasien isolasi di Rusunawa Unsil. Penelitian terakhir mengungkapkan, bahwa dalam 10 hari kadar virus di tubuh mereka turun dan sudah tak menular lagi.

"Tapi kita tetap antisipasi dulu dengan hasil swab dalam waktu dekat ini. Mereka sudah diswab 2 kali sebelumnya," kata Titie.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww