Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
18 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
18 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung, Pelajar SMK Ricuh Lempar Batu ke Petugas

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung, Pelajar SMK Ricuh Lempar Batu ke Petugas
Aksi pelajar SMK di DPRD Lampung. (Istimewa)
Rabu, 07 Oktober 2020 13:35 WIB
LAMPUNG - Puluhan pelajar SMK yang mengikuti aksi massa mahasiswa demonstrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja melempar batu dan ricuh.

Aksi lempar batu itu terjadi saat rombongan pelajar SMK diarahkan ke Lapangan Korpri yang berada di depan kompleks gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020).

Dilansir GoNews.co dari Kompas.com di lokasi, pelemparan batu dan aksi ricuh terjadi saat massa pelajar SMK diadang masuk kompleks gedung DPRD Lampung dengan kawat berduri oleh aparat keamanan.

Kepolisian pun berusaha membubarkan konsentrasi massa pelajar SMK dengan menembakkan air dari kendaraan water cannon.

"Adik-adik mahasiswa tolong dibantu mengontrol adik-adik pelajar agar tidak ricuh," kata salah satu anggota kepolisian yang berusaha menenangkan massa.

Kericuhan yang sempat berlangsung hampir 20 menit itu bisa diredam setelah sejumlah mahasiswa bergabung pada massa pelajar SMK turun tangan.

Sementara itu, Aliansi Lampung Memanggil yang terdiri dari 3.000 mahasiswa se-Lampung meminta agar omnibus law UU Cipta Kerja dicabut.

"Kami bukannya tidak takut akan virus (corona). Tetapi kami lebih takut akan ketidakadilan yang akan terjadi setelah omnibus law berjalan," kata Jenderal Aliansi Lampung Memanggil, Irfan Fauzi Rachman.

Irfan menambahkan, pihaknya juga mengecam pemerintah dan DPR RI yang telah mengesahkan RUU Ciptaker secara diam-diam tanpa memperdulikan suara rakyat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Olympic, Metropolitan, Lampung
wwwwww