Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gus Jazil Minta Perbedaan Sikap soal UU Ciptaker Tidak Timbulkan Perpecahan

Gus Jazil Minta Perbedaan Sikap soal UU Ciptaker Tidak Timbulkan Perpecahan
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid. (GoNews.co)
Kamis, 08 Oktober 2020 15:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PANDEGLANG - Pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker) oleh Pemerintah dan DPR menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Bahkan, jutaan buruh dan Mahasiswa Di seluruh daerah menggelar demo yang berujung ricuh.

Menurut Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, setiap undang-undang selalu saja mulai dari proses pembahasan sampai hasilnya, memunculkan perselisihan atau perbedaan paham. "Menurut saya perselisihan atau perbedaannya itu harus produktif. Saya setuju bahwa yang namanya ihtilafu ummati rahmatin, perbedaan pendapat dari umat itu menjadi rahmat, tapi jangan sampai perbedaan itu justru menjadi petaka," ujar Gus Jazil di sela Sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Mathla’un Nawakarta, Kampung Paringi, Desa Pasir Putih Eurih, Kecamatan Cicata, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (8/10/2020).

Menurut Gus Jazil, sapaan akrabnya, tarik-menarik perbedaan yang kuat di tengah-tengah masyarakat saat ini jangan sampai mengakibatkan perpecahan yang tidak produktif. "Kalau mau pakai jalur hukum, tinggal ke MK (Mahkamah Konstitusi). Kalau mau berdialog, berdialoglah dengan baik-baik karena itulah yang disebut dengan budaya Pancasila. Setiap permusyawaratan di Pancasila harus diiringi dengan hikmat kebijaksanaan, tidak ada yang otot-ototan. Semua bisa didialogkan. Ini seperti bangsa ini sudah tertutup untuk bisa berdialog satu sama yang lainnya," katanya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, meminta, agar semua pihak harus duduk bersama sehingga ketika ada ketidakpuasan, bisa didialogkan. "Sebab apa, yang banyak (muncul di publik) itu bukan dialog, malah yang ada menurut saya fitnah," urainya.

Gus Jazil mengaku setuju bahwa omnibus law UU Ciptaker sebagai buah dari pikiran manusia ada kekurangan.

"Tidak ada yang sempurna. Cuma menyikapi ketidak sempurnaan ini jangan sampai kita sikapi dengan terpecah belah, jangan disikapi dengan permusuhan, itu bangsa yang berbudaya, ada aturannya," urainya.

Koordinator Nusantara Mengaji ini mengatakan, DPR sebagai pembuat UU pasti akan mendengarkan suara penolakan yang belakangan kencang disuarakan sejumlah elemen masyarakat. "Omnibus law kita mendengarkan, kita tidak tuli. Kalau toh ada yang salah yang namanya undang-undang bisa dikoreksi. Cuma kalau koreksinya dengan jerat jerit, bakar-bakar, itu tidak benar," katanya.***

wwwwww