Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
17 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
3
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
18 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
4
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
5
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
20 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
6
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
19 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Data CDC, Tingkat Kematian Pengidap Obesitas Terinfeksi Corona 50 Persen, Ini Penjelasannya

Data CDC, Tingkat Kematian Pengidap Obesitas Terinfeksi Corona 50 Persen, Ini Penjelasannya
Ilustrasi pengidap obesitas. (suara.com)
Sabtu, 10 Oktober 2020 09:38 WIB

JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkap bahwa orang obesitas (berat badan berlebihan) sangat berisiko bila terinfeksi virus corona.

Dikutip dari detikhealt, CDC membeberkan, berdasarkan hasil penelitian, kematian orang yang mengidap obesitas terpapar Covid-19 meningkat hingga 50 persen.

Chapel Hill dari Universitas Carolina Utara menemukan bahwa mereka yang dinyatakan obesitas cenderung dirawat di rumah sakit atau dirawat di ICU karena virus corona.

''Menurut penelitian, obesitas berkaitan erat dengan faktor risiko lain akibat Covid-19, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, ginjal kronis, penyakit hati, dan hipertensi,'' ungkap CDC, dikutip dari Fox News.

CDC menyebut seseorang yang mengidap obesitas mengalami perubahan metabolisme yang menyebabkan peradangan dan masalah insulin. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh terhambat saat melawan Covid-19.

"Mengingat ancaman signifikan Covid-19 bagi individu dengan obesitas, kebijakan makanan sehat dapat memainkan peran yang mendukung, dan terutama penting dalam mitigasi mortalitas dan morbiditas Covid-19,'' kata Barry Popkin, PhD, profesor nutrisi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Global UNC Gillings, mengatakan dalam rilis berita pada saat itu.

Berikut daftar risiko tinggi akibat Covi-19 menurut CDC:

- Asma (sedang hingga berat)

- Penyakit serebrovaskular (mempengaruhi pembuluh darah dan suplai darah ke otak)

- Fibrosis kistik

- Hipertensi atau tekanan darah tinggi

- Keadaan immunocompromised (sistem kekebalan yang lemah)

- Kondisi neurologis, seperti demensia

- Penyakit hati

- Kegemukan (BMI atau indeks massa tubuh lebih dari 25)

- Kehamilan

- Fibrosis paru (memiliki jaringan paru-paru yang rusak atau terluka)

- Thalassemia

- Diabetes melitus tipe 1.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww