Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional

Semangat Resolusi Jihad, Gus Jazil Dorong Santri Kuasai Iptek

Semangat Resolusi Jihad, Gus Jazil Dorong Santri Kuasai Iptek
Foto: Ist.
Jum'at, 23 Oktober 2020 14:31 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jazilul Fawaid, mendorong segenap santri nasional untuk menggelorakan semangat Resolusi Jihad di momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020.

Sebagaimana semanagat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 silam bisa menjaga Indonesia dari cengkraman kembali para penjajah, semangat yang sama pada masa sekarang diharap bisa menjaga Indonesia dari ketertinggalan persaingan kemajuan dunia.

Kepada wartawan, Jumat (23/10/2020), Jazilul menyatakan, para santri nasional bisa memfokuskan energi semangat itu pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Menurutnya, "menguasai Iptek inilah yang akan mengubah hidup dan kehidupan kita,".

Wujud mencintai Iptek, kata Jazilul bertolak dari pesan KH Hasyim Asy'ari (pencetus Resolusi Jihad) adalah bersegera dalam menuntut ilmu dan tidak terperdaya dengan menunda-nunda dan berangan-angan panjang waktu yang tak akan kembali.

"Nah, kebiasaan kita kan mengatakan tarsok-tarsok (entar dan besok). Bila terlalu panjang angan-angan dan tak menguasai ilmu maka santri akan ketinggalan jaman," kata Politisi yang akrab disapa Gus Jazil itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional, Metropolitan, Umum
wwwwww