Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Sasana Berbagi Medali Emas Nomor Taiji Jian dan Chang Quan
Olahraga
12 jam yang lalu
Empat Sasana Berbagi Medali Emas Nomor Taiji Jian dan Chang Quan
2
Terinfeksi Corona, dr Sardjono dan Istri Wafat di Hari yang Sama
Kesehatan
21 jam yang lalu
Terinfeksi Corona, dr Sardjono dan Istri Wafat di Hari yang Sama
3
Pingkan Siregar Ingin Berprestasi Seperti Abangnya 
Olahraga
11 jam yang lalu
Pingkan Siregar Ingin Berprestasi Seperti Abangnya 
4
Menko PMK RI sebut Covid itu Virus Urban, Simak Penjelasannya!
Nasional
17 jam yang lalu
Menko PMK RI sebut Covid itu Virus Urban, Simak Penjelasannya!
5
Menpora Bilang Konsep Pembinaan PB WI Sejalan dengan Pemerintah
Olahraga
18 jam yang lalu
Menpora Bilang Konsep Pembinaan PB WI Sejalan dengan Pemerintah
6
Tim Garuda Select Bertolak ke Inggris Malam Ini
Sepakbola
16 jam yang lalu
Tim Garuda Select Bertolak ke Inggris Malam Ini
Home  /  Berita  /  Politik

Sjarief Hasan: Pesantren Adalah Tempat Belajar Calon Pemimpin Bangsa.

Sjarief Hasan: Pesantren Adalah Tempat Belajar Calon Pemimpin Bangsa.
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Istimewa)
Jum'at, 23 Oktober 2020 17:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Sjariefudin Hasan menyayangkan anggapan segelintir orang yang masih suka mendiskreditkan peran pondok pesantren. Apalagi sampai ada orang yang bilang bahwa pondok menjadi tempat pendidikan bagi calon teroris. Bahkan, stigma ponpes juga tidak luput dari tempat buangan anak-anak yang tidak berprestasi.

Anggapan tersebut menurut Sjarief Hasan adalah pemikiran yang keliru dan menyesatkan. Apalagi jika menengok sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Seperti yang ditulis dalam sejarah, peran pesantren terhadap upaya-upaya kemerdekaan sangat besar. Terutama menyangkut peran santri dan ulama yang ikut melawan penjajah

"Yang benar itu pondok pesantren merupakan tempat belajar bagi cikal bakal pejuang serta pembela NKRI. Pondok juga menjadi tempat menimba ilmu bagi para calon pemimpin bangsa di masa depan," kata Sjarief Hasan.

Sjarief Hasan mengatakan hal itu saat menjadi pembicara tunggal pada acara Temu Tokoh Kebangsaan. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren An Nidzom Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/10).

Ikut hadir pada acara tersebut anggota Fraksi Partai Demokrat MPR RI M. Muraz, Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan Pengasuh Ponpes An-Nidzom Kota Sukabumi KH. Abdullah Mukhtar.

Menurut Sjarief Hasan, sudah banyak contoh orang sukes lahir dari kalangan pesantren, dulu sebagian pejuang adalah ulama dan santri yang belajar di pesantren. "Sekarang banyak alumni pondok yang menjadi pemimpin bangsa ini,” katanya.

Pesantren, menurut Sjarief Hasan, memiliki materi pelajaran yang lengkap. Selain pelajaran umum dan agama, para santri juga mendapat pelajaran ketrampilan serta akhlaq mulia. Bahkan pesantren juga mengajarkan sistem tatanegara.

"Terbukti banyak juga santri yang mengetahui sistem ketatanegaraan kita, termasuk mengerti tentang tugas dan fungsi MPR. Jika pengetahuan ini terus dipoles, akan menjadi bekal yang bagus bagi para santri dimasa yang akan datang. Karena itu, bagi para orangtua, kalau anaknya mau maju, jangan segan-segan, sekolahkan mereka di pesantren," katanya.

Sebelumnya, pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren An Nidzom Kota Sukabumi KH. Abdullah Mukhtar, menyatakan terimakasih atas kunjungan Wakil Ketua MPR. Kunjungan itu sangat membahagian, baik bagi diri maupun para santri. Khusus bagi santri, mereka bisak memetik pelajaran, sekaligus mengenal wakilnya di DPR RI dan Pimpinan MPR.

"Semoga silaturrakhim ini terus berlanjut, untuk saling meningkatkan persaudaraan dan merekatkan hubungan pemimpin dengan rakyatnya," kata Abuya KH. Abdullah Mukhtar menambahkan.***

wwwwww