Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
Politik
21 jam yang lalu
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
14 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
13 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
4
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari 'Negeri Pizza' Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
Politik
21 jam yang lalu
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari Negeri Pizza Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
5
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
6
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Politik
21 jam yang lalu
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Home  /  Berita  /  Umum

WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru

WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru
Gambar: Blog WhatsApp
Jum'at, 23 Oktober 2020 15:16 WIB
JAKARTA - Whatsapp akan meluncurkan fitur baru di WhatsApp Business. Ini menjadi cara facebook menghasilkan uang dari WhatsApp.

Fitur baru tersebut adalah Shopping dan Hosting. Chief Operating Officer WhatApp, Matt Idema mengatakan fitur Shoping akan meluncur tahun ini. Fitur ini akan memungkinkan usaha kecil menjual produk di dalam WhatsApp melalui Facebook Shop, sebuah toko daring yang diluncurkan Mei lalu.

Adapun fitur hosting akan dirilis tahun 2021. Fitur hosting akan menawarkan perusahaan yang menggunakan tools perpesanan costumer service kemampuan untuk menyimpan perpesanan mereka di server Facebook.

"WhatsApp akan menawarkan layanan hosting gratis untuk mencoba menarik pelanggan baru dan akan selanjutnya mengenakan biaya 0,5 sen hingga 9 sen per pesan yang dikirim," ungkap Matt Idama, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Ekonomi, Umum
wwwwww