Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Basket

Diduduki Armenia Sejak 1993, Masjid Bersejarah di Azerbaijan Dijadikan Kandang Babi

Diduduki Armenia Sejak 1993, Masjid Bersejarah di Azerbaijan Dijadikan Kandang Babi
Tentara Azerbaijan menemukan sejumlah babi dalam masjid bersejarah di Zangilan, Azerbaijan. (republika.co.id)
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:40 WIB

AZERBAIJAN - Tentara Azerbaijan menemukan sejumlah babi dalam sebuah masjid bersejarah di Zangilan, Azerbaijan, dalam pekan ini.

Dikutip dari Republika.co.id, masjid tersebut berhasil dikuasai pasukan Azerbaijan pada 20 Oktober 2020, setelah diduduki Armenia sejak 29 Oktober 1993 lalu.

Sebuah video ponsel yang beredar di media sosial mengungkapkan keberadaan masjid bersejarah yang diubah menjadi kandang babi di Zangilan itu. Video itu memperlihatkan seorang tentara Azerbaijan yang masuk dan mendapati sejumlah babi dalam masjid.

Seperti diwartakan Yeni Safak, Jumat (23/10), masjid tersebut telah dibebaskan pada 20 Oktober dari pendudukan Armenia. Zangilan diduduki pada 29 Oktober 1993 oleh pasukan Armenia.

Masjid bersejarah itu memang telah menjadi reruntuhan dalam video tersebut. Hal itu terjadi menyusul peperangan yang pecah sejak 27 September 2020 lalu di daerah tersebut.

Tentara Armenia terus melancarkan serangan kepada tentara dan penduduk sipil Azerbaijan. Mereka bahkan tak segan melanggar perjanjian gencatan senjata untuk kemanusiaan.

Pasukan Armenia sempat meluncurkan dua rudal ke kota Ganja yang menewaskan sekitar 24 penduduk sipil, termasuk anak-anak serta melukai warga lainnya.

Sejak 10 Oktober lalu, Armenia telah melanggar dua gencatan senajata kemanusiaan. Pertama, mereka lakukan di Karabakh dan Nagorno-Karabakh. Kawasan tersebut dikenal merupakan bagian dari kedaulatan Azerbaijan. Sebuah perjanjian kemanusiaan baru kemudian disepakati pada Sabtu lalu.

Dalam peristiwa tersebut negara-megara adikuasa, termasuk Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS) telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan. Sementara Turki telah memberikan dukungan hak untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww