Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
Peristiwa
21 jam yang lalu
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
2
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
Umum
19 jam yang lalu
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
3
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Pendidikan
18 jam yang lalu
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
4
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
MPR RI
15 jam yang lalu
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
5
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
Olahraga
9 jam yang lalu
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
6
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Ekonomi
14 jam yang lalu
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Polri: Gedung Kejagung Hangus Gegara Rokok dan Cairan Pembersih

Polri: Gedung Kejagung Hangus Gegara Rokok dan Cairan Pembersih
Api berkobar di Gedung Kejagung. (Istimewa)
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:39 WIB
JAKARTA - Polisi mengatakan kebakaran Kejagung berawal dari api rokok. Cairan pembersih juga turut menyebabkan gosong kantor lembaga penegak hukum itu.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memeriksa 131 orang untuk menginvestigasi kebakaran gedung utama Kejagung pada 22 Agustus lalu. Proses penyidikan berjalan dua bulan. Kebakaran ini bukan disengaja melainkan karena kealpaan. Delapan orang menjadi tersangka.

Polisi menyebut penyebab awal kebakaran dari adanya lima tukang yang merokok di salah satu ruangan gedung Kejagung.

"Lima tukang ini sedang melakukan pekerjaan di ruangan lantai 6 Biro Kepegawaian," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat jumpa pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10) kemarin.

Polisi menjelaskan, seharusnya mereka tidak boleh merokok di dalam ruangan tempat mereka bekerja. Di dalam ruangan itu ada bahan yang mudah terbakar, antara lain cairan-cairan yang mereka gunakan untuk mengerjakan proyek.

"Seperti tiner, lem Aibon, dan beberapa bahan yang mudah terbakar lainnya," ucapnya

Api kemudian menjalar-jalar. Api itu cepat menjalar lantaran ada cairan pembersih tertentu yang bisa memperparah amukan si jago merah.

"Kemudian kenapa api bisa menjalar ke seluruh gedung? Dari hasil pemeriksaan dan penyidikan dan olah TKP puslabfor dan ahli kebakaran, ternyata di gedung Kejaksaan Agung itu menggunakan alat pembersih yang tidak sesuai ketentuan," kata Ferdy Sambo.

Cairan minyak pembersih itu ada di setiap lantai dan digunakan petugas cleaning service untuk membersihkan gedung Kejagung. Cairan pembersih itu mengandung solar dan tiner, dua unsur yang mudah terbakar.

"Setelah Puslabfor lakukan pengecekan temuan-temuan adanya fraksi solar dan tiner di setiap lantai, kemudian kita selidiki dari mana barang berasal, dari situ kita bisa simpulkan bahwa yang mempercepat atau akseleran penjalaran api di gedung kejaksaan itu adalah adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lobi yang bermerek Top Cleaner," ujar Sambo.

Kapuslabfor Polri Brigjen Haydar kemudian menjelaskan alasan api menyebar dari lantai atas hingga ke bawah. Menurutnya ini juga diakibatkan oleh akseleran jenis ACP yang berada di setiap lantai. Api menjalar mengikuti pola ke setiap lorong, berawal dari lantai 6. Ornamen-ornamen kayu dan kertas turut mempercepat penyebaran api.

Bahan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar. Bahan pembersih tersebut juga mempercepat kebakaran di Kejagung. Nama cairan itu adalah Top Cleaner. Kementerian Kesehatan juga tidak memperbolehkan bahan pembersih menggunakan bahan yang mudah terbakar.

"Dan setelah kita lakukan pendalaman, Top Cleaner ini tidak memiliki izin edar," kata Brigjen Ferdy Sambo.

Top Cleaner itu ada di setiap lantai di gedung Kejagung dan ditempatkan dalam wadah botol plastik. Karena itulah penyidik menyimpulkan bahan pembersih Top Cleaner menyebabkan kebakaran Kejagung cepat meluas. Usut punya usut, sudah dua tahun belakangan ini Top Cleaner digunakan.

Bareskrim Polri ungkap penyebab awal kebakaran di gedung Kejagung. Polisi sebut penyebab awal kebakaran dari adanya lima tukang yang merokok di dalam ruangan.

Delapan orang menjadi tersangka, termasuk bos perusahaan yang memproduksi bahan pembersih pemicu kebakaran itu. Inisial bos itu adalah R. Pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH juga menjadi tersangka.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:DKI Jakarta, Hukum, Peristiwa
wwwwww