Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Neng Yeti yang Tengah Hamil 7 Bulan Tewas Ditusuk Suami, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi

Neng Yeti yang Tengah Hamil 7 Bulan Tewas Ditusuk Suami, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi
Ilustrasi jenazah perempuan. (int)
Sabtu, 24 Oktober 2020 12:55 WIB

BANDUNG - Aparat Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung berhasil menangkap S (47), pria yang menusuk istri sirinya, Neng Yeti (33), hingga tewas. S ditangkap di rumah temannya di Jawa Tengah, Kamis (23/10/2020).

Dikutip dari Kompas.com, pembunuhan terhadap istri sirinya yang tengah hamil 7 bulan itu dilakukan S di kontrakan korban di Kampung Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020) lalu. Kepada polisi, S mengaku membunuh lantaran emosi melihat istri sirinya yang selalu cemburu.

''Kalau dibilang tega, secara akal sehat sih ya enggak tega. Tapi karena emosi tadi itu, dia (korban) selalu cemburuan sama saya, selalu berprasangka jelek sama saya, selalu nuduh sama saya, nuduh main perempuan. Padahal enggak ada Pak,'' kata S di Mapolresta Bandung, Jumat (23/10/2020).

S mengaku tersulut emosi karena korban memaksa ingin melihat ponsel miliknya.

Emosi membuat S gelap mata dan menghabisi istrinya dengan pisau.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku membawa harta benda korban dan melarikan diri ke Jawa Tengah.

''Lari ke Jateng pakai bus dari Tasikmalaya,'' ucap S.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, hubungan pelaku dan korban sudah berlangsung selama satu tahun.

Dari hubungan tersebut, Neng hamil dan usianya kandungnya 7 bulan saat dibunuh S.

''Beberapa hari sebelumnya menggelar syukuran (7 bulanan), lalu dilakukan pembunuhan ini,'' ucap Hendra.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan, atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Beladiri, Olympic
wwwwww