Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
17 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
2
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
22 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
20 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
Politik
13 jam yang lalu
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
5
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
23 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
6
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
22 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Home  /  Berita  /  Peristiwa

OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia

OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Ilustrasi OPM Papua. (Foto: Istimewa)
Selasa, 27 Oktober 2020 15:57 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengungkapkan fakta yang sangat mengejutkan. Sebby mengakui jual beli senapan serbu dari aparat kepada TNPNPB bukanlah hal yang baru.

Pengakuan itupun mengungkap adanya dugaan jual beli senjata antara aparat dengan kelompok bersenjata di Papua yang selama ini dicurigai sejumlah pihak.

"Itu bukan baru. Dari dahulu. Kan, sudah biasa beli," kata Sebby sebagaimana dikutip dari jpnn.com, Senin (26/10) kemarin.

Bahkan, dirinya mengaku pernah membeli senapan serbu yang dikirim langsung dari Jakarta. “Saya pernah buat. Saya datangkan pakai Hercules dari Jakarta. Itu kami mendatangkan dari Jakarta,” ungkapnya.

Hanya saja, aktivitas tersebut mulai terhenti setelah pemasok senapan dibunuh. "Teman saya yang bisa suplai mereka sudah bunuh. Jadi bisa saya bongkar," ujar dia.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa tim gabungan TNI dan Polri telah mengagalkan jual beli senapan serbu di Nabire.

Menurut Waterpauw, jual beli senjata itu melibatkan seorang oknum polisi anggota Brigade Mobil alias Brimob.

"Memang benar tim gabungan berhasil mengagalkan jual beli senjata api yang melibatkan anggota Brimob, yakni Bripka JH dan saat ini sudah ditahan di Jayapura," kata zia di Jayapura, Papua, Jumat (23/10).

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri itu menambahkan, informasi tentang jual beli senjata api sudah lama terendus.

Oleh karena itu Waterpauw sedang mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan senapan serbu itu dipakai untuk memperkuat kelompok bersenjata.

"Dari pengakuan rekannya yang menjadi perantara sudah enam kali terjadi aktivitas jual beli senjata api," kata Waterpauw.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN.com
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Pemerintahan, Hukum, Peristiwa, Papua
wwwwww