Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia

OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Ilustrasi OPM Papua. (Foto: Istimewa)
Selasa, 27 Oktober 2020 15:57 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengungkapkan fakta yang sangat mengejutkan. Sebby mengakui jual beli senapan serbu dari aparat kepada TNPNPB bukanlah hal yang baru.

Pengakuan itupun mengungkap adanya dugaan jual beli senjata antara aparat dengan kelompok bersenjata di Papua yang selama ini dicurigai sejumlah pihak.

"Itu bukan baru. Dari dahulu. Kan, sudah biasa beli," kata Sebby sebagaimana dikutip dari jpnn.com, Senin (26/10) kemarin.

Bahkan, dirinya mengaku pernah membeli senapan serbu yang dikirim langsung dari Jakarta. “Saya pernah buat. Saya datangkan pakai Hercules dari Jakarta. Itu kami mendatangkan dari Jakarta,” ungkapnya.

Hanya saja, aktivitas tersebut mulai terhenti setelah pemasok senapan dibunuh. "Teman saya yang bisa suplai mereka sudah bunuh. Jadi bisa saya bongkar," ujar dia.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa tim gabungan TNI dan Polri telah mengagalkan jual beli senapan serbu di Nabire.

Menurut Waterpauw, jual beli senjata itu melibatkan seorang oknum polisi anggota Brigade Mobil alias Brimob.

"Memang benar tim gabungan berhasil mengagalkan jual beli senjata api yang melibatkan anggota Brimob, yakni Bripka JH dan saat ini sudah ditahan di Jayapura," kata zia di Jayapura, Papua, Jumat (23/10).

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri itu menambahkan, informasi tentang jual beli senjata api sudah lama terendus.

Oleh karena itu Waterpauw sedang mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan senapan serbu itu dipakai untuk memperkuat kelompok bersenjata.

"Dari pengakuan rekannya yang menjadi perantara sudah enam kali terjadi aktivitas jual beli senjata api," kata Waterpauw.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN.com
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Voli, Beladiri, Olympic, Papua
wwwwww