Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Mulai dari Teman Medsos di LN, Masker UKM dari Batang Diekspor

Mulai dari Teman Medsos di LN, Masker UKM dari Batang Diekspor
Bupati Batang, Jawa Tengah Wihaji bersama Ketua Tim Penggetak PKK Kabupaten Batang Ny Uni Kuslantasih Wihaji mengunjungi rumah perajin masker Tri Amalia Lestari di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal. (foto: ist./pemkab batang)
Rabu, 28 Oktober 2020 12:42 WIB
BATANG - Masker karya Tri Amalia Lestari, pemilik UKM di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil diekspor ke Luar Negeri (LN) lantaran peran media sosial (medsos).

"Untuk ekspor awalnya juga dari teman yang melihat unggahan kemudian suka dan minat, itu orang Malaysia. Kemudian, dia minta contoh, dari situ permintaan masker terus bertambah bahkan hingga beberapa wilayah kota Malaysia seperti Sabah, Kualumpur, dan Kucing," kata Amalia dalam lansiran Antara, Rabu (28/10/2020).

Warga asal Kecamatan Wonotunggal ini mengisahkan, mulanya Ia hanya mencoba memanfaatkan peluang dimana masker menjadi kebutuhan di masa pandemi. Agar menarik minat pembeli, Ia mengkreasi masker hasil produksinya dengan berbagai motif dan pernak-pernik. Media sosial, Ia jadikan sebagai salah satu saluran pemasaran.

Saat ini, Ia sudah memiliki 30 varian masker yang Ia jual dengan rentang harga Rp30 ribuan sampai ratusan ribu rupiah.

Sejauh ini, ekspor masker karyanya bisa menyumbang omset Rp3 jutaan per bulan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Ekonomi
wwwwww