Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Pesan Syarief Hasan: Situasi Pandemi Jangan Sampai Memutus Tali Silaturahim

Pesan Syarief Hasan: Situasi Pandemi Jangan Sampai Memutus Tali Silaturahim
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. (Foto: Humas MPR)
Selasa, 17 November 2020 16:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BOGOR - Dihadapan keluarga besar Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Kota Bogor Jawa Barat, Wakil Ketua MPR RI, Sjariefudin Hasan, mengajak masyarakat untuk selalu menyambung tali silaturahim.

Terlebih pada situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Karena dengan silaturahim, hubungan persaudaraan dan kekeluargaan akan terjalin semakin erat. Sehingga setiap persoalan yang datang bisa dihadapi secara bersama-sama, dan bergotong-royong.

Silaturahim, kata Sjarief Hasan juga sangat dianjurkan oleh ajaran agama. Bahkan, orang yang rajin bersilaturahim dipercaya akan dilancarkan rezeki dan dipanjangkan usianya.

"Saat ini kita masih dalam pandemi Covid-19. Kita tidak hanya menghadapi ancaman penyakit, tapi juga masalah sosial dan ekonomi. Karena itu mari tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan meningkatkan tali silaturahim," kata Sjarief Hasan menambahkan.

Ajakan tersebut disampaikan Sjariefudin Hasan, pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR, dihadapan masyarakat Kota Bogor Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di sekretariat Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Jln. Loader No. 2, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (17/11/2020).

Ikut hadir pada acara tersebut, Majelis Presidium Keraton Nusantara dan Penasihat Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan Ully Sigar Rusady. Juga Ketua Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan Wibarata Arifin.

Terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945, Sjarief Hasan mengemukakan bahwa MPR tidak akan tergesa-gesa untuk membuat keputusan. MPR akan meminta pendapat dan masukan dari seluruh rakyat Indonesia, apakah amandemen UUD NRI 1945, itu diperlukan atau tidak.

"Kami akan dengarkan pendapat dan masukan masyarakat. Kami akan sangat berhati-hati sebelum mengambil keputusan apakah UUD NRI 1945 perlu diubah atau tidak. Intinya, apakah amandemen itu dilakukan atau tidak, kami akan mengembalikannya kepada masyarakat," kata Sjarief Hasan lagi.

Karena itu, menurut Sjarief Hasan dirinya terus berkeliling keluar masuk perguruan tinggi, untuk meminta pendapat, saran dan masukan dari kalangan kampus. Ini penting, agar keputusan yang diambil sesuai dengan hati nurani dan pemikiran seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya Majelis Presidium Keraton Nusantara Ully Sigar Rusady mengajak warga masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya daerah. Jangan sampai, seni budaya warisan leluhur itu musnah ditelan waktu.

"Banyak seni budaya asing yang hendak masuk ke Indonesia, namun tidak semuanya sesuai dengan kepribadian kita. Agar seni budaya kita tidak terpinggirkan, maka kita harus menjaga seni budaya kita tetap utuh dan dicintai generasi muda," kata Ully Sigar menambahkan.***

wwwwww