Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Wakil Ketua MPR: Santri juga Harus Paham 4 Pilar

Wakil Ketua MPR: Santri juga Harus Paham 4 Pilar
Wakil Ketua MPR, Sjariefudin Hasan saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR. (Foto: Humas)
Rabu, 18 November 2020 14:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengatakan pesantren merupakan tempat yang tepat untuk dimintai saran, pendapat dan masukan, termasuk soal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apalagi para warga di pesantren juga mengerti tentang persoalan, peluang, tantangan dan hambatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pandangan tersebut sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW.

"Jika engkau ingin menguasai dunia maka kuasailah ilmu dunia. Bila engkau ingin menguasai akhirat maka kuasailah ilmu akhirat. Dan jika engkau ingin menguasai dunia akhirat, maka kuasailah ilmu dunia dan akhirat," kata Syarief dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

"Hadis itu dimengerti benar oleh para warga di pesantren, termasuk pondok pesantren Thoyyibah. Karena itu saya percaya, mereka juga belajar tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga mereka juga layak dimintai saran dan pendapatnya terkait kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh dia.

Hal tersebut ia sampaikan saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Thoyyibah, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (17/11).

Oleh karena itu, Syarief menilai pesantren harus senantiasa diajak berdiskusi untuk mencari solusi menyangkut persoalan bangsa dan negara.

"Banyak-banyaklah berhubungan dengan kiai dan ustaz, ustazah di pesantren, mintalah saran dan pendapat. Insyaallah mereka ikhlas melayani, apalagi untuk urusan bangsa dan negara," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief juga menjelaskan tentang keberagaman di Indonesia yang juga bisa ditemukan di pesantren. Hal ini mengingat para santri datang dari berbagai daerah mulai dari Bogor hingga di luar Pulau Jawa.

Ia mengingatkan agar seluruh warga pesantren menerapkan Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Agar tidak terjadi keributan, semua warga pesantren juga harus memahami Empat Pilar. Karena bagi bangsa Indonesia, termasuk pondok pesantren, Empat Pilar berfungsi menjaga persatuan dan kesatuan. Empat Pilar bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut turut hadir para sesepuh pesantren KH. Drs. Nahrowi Nafis MA, pengasuh Ponpes Thoyyibah Abuya KH. Muhammad Amin, serta ustad, ustadzah dan orang tua santri.***

wwwwww