Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
21 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
2
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
16 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
19 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
22 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
5
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
21 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
6
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
Politik
12 jam yang lalu
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

DPD Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Bangun Kantor Desa seperti Istana

DPD Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Bangun Kantor Desa seperti Istana
Kantor desa Cempaka, kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara. (foto: istimewa)
Sabtu, 21 November 2020 23:04 WIB
KENDARI - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengkritik pembangunan kantor desa Cempaka, kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, Lampung, yang mirip Istana Merdeka. Pembangunan kantor desa yang terkesan mewah itu dikritik lantaran menggunakan dana desa.

"Dana desa tidak sepantasnya untuk membangun kantor desa supaya terlihat megah," ujar LaNyalla di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Utara, Sabtu (21/11/2020).

Kata LaNyalla, fokus peruntukan dana desa adalah untuk pembangunan infrastruktur yang bisa menstimulasi ekonomi desa. "Kantor desa itu kan yang pakai cuma kepala desa dan perangkatnya. Tak ada gunanya bagi warga,".

Sebelumnya, viral di media sosial, kantor desa Cempaka yang mirip Istana Merdeka, tempat Presiden berkantor.

Pada kantor desa Cempaka, terlihat pilar-pilar tinggi megah yang mencolok. Sama seperti di Istana Merdeka, terlihat lambang Garuda Pancasila tepat di tengah atap gedung.

Kemegahan kantor desa Cempaka dipamerkan di media sosial oleh jajaran perangkat desa. Pembangunan kantor desa mewah itu menghabiskan biaya hampir Rp400 juta dengan menggunakan anggaran dana desa tahun 2020.***

wwwwww